AYOJAKARTA.COM–Viral video yang diunggah oleh seorang influencer dimana seorang pengemudi ojek online atau ojol ini nyaris ditipu hingga penghasilan terkuras habis.
Menjadi pengemudi ojek online memang tidak hanya mengantar penumpang, namun juga mengantar pesanan makanan hingga paket dari pengguna ke alamat tujuan.
Namun, nasib naas dialami oleh Rian, driver ojol yang mendapatkan order atau pesanan fiktif, lengkap dengan modus penipuan terbaru.
Sebagaimana dikutip melalui akun media sosial Twitter @kristoimmanuel oleh ayojakarta.compada 1 Mei 2023, Kristo merekam bagaimana seorang driver bernama Rian Hidayat menerima telepon yang diduga dari Kantor Grab.
Namun, suara dari telepon yang diterima sejenis dengan naskah pada modus penipuan, hal ini membuat video pertama menjadi menegangkan.
“Tiba-tiba ada driver @GrabID dateng ke rumah anter grabfood bilang ada yang pesen atas nama Allia (nggak ada yang namanya Allia di rumah). Makanannya belum dibayar, ga lama setelah itu driver ditelepon oleh “kantor grab” dan langsung gw videoin,” tulis Kristo Imanuel.
Menurut penjelasan dari Rian, driver ojol tersebut, penelpon tersebut menjelaskan bahwa driver tersebut mendapatkan pesanan fiktif dan akan membantu.
Namun Rian Hidayat dengan jujur menjelaskan bahwa telepon tersebut adalah penipuan. Nanti pihak penipu akan memberikan link atau tautan yang apabila ditekan akan menguras penghasilan para driver.
Hal ini semakin disadari pasca terduga penipu tersebut menelpon akun whatsapp dari Rian Hidayat selaku pengemudi ojol.
Sangat tidak mungkin pihak dari aplikasi ojek online memanggil melalui Whatsapp terkait orderan fiktif yang bahkan belum dilaporkan. Hal ini pun dijelaskan Rian pada Kristo yang mana alamatnya menjadi sasaran orderan fiktif.
Melalui kamera dari sang influencer, Rian selaku driver ojol menjelaskan modus-modus sejenis yang ia terima tengah gencar dilakukan para penipu.
Hal ini mengancam penghasilan para driver ojek online yang tidak semua paham tentang modus lama konsep baru tersebut.
Pada akhir thread Twitternya, Kristo Immanuel melampirkan bukti telepon, nomor pesanan, dan tangkapan layar tentang total uang yang harus dibayarkan, yaitu sejumlah Rp244 ribu.
Meskipun mendapatkan pesanan fiktif, Rian Hidayat dapat bernafas lega karena Kristo mau mengganti untuk membayar pesanan berupa ayam goreng sejumlah 1,5 ekor.
Tentu saja hal ini membuat warganet merasa berempati dan kasihan atas apa yang menimpa sosok Rian. Tak hanya itu, banyak yang mempertanyakan bagaimana pihak aplikasi memberantas modus penipuan ini.
Sementara itu, modus penipuan pada pengemudi ojol ini mengingatkan pada modus undangan yang disertai tautan palsu, hingga tautan atau link berisikan informasi paket oleh penipu yang menyamar menjadi kurir.
Masyarakat diminta berhati-hati dalam modus operasi penipuan yang ada dengan tidak menekan tautan secara sembarangan dan memasukkan data-data pribadi yang dimiliki.***

Share this article
Masyarakat diminta berhati-hati dalam modus operasi penipuan yang ada dengan tidak menekan tautan secara sembarangan, simak di sini!