BEKASI SELATAN, AYOJAKARTA.COM – Penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat akhir-akhir ini membuat sebagian besar masyarakat takut, bahkan frustasi. Tak sedikit dari mereka yang justru bersikap antipati hingga memberi stigma negatif.
Hal itu dialami sendiri oleh Gina, salah satu keluarga penyintas Covid-19 di Bekasi Timur. Meski kakak dan adiknya sudah dinyatakan sembuh, tapi sikap tetangga pada mereka belum sepenuhnya baik.
“Tetangga sampai sekarang masih parnoan kalau ketemu saya atau keluarga yang lain. Enggak semua begitu, tapi ada aja,” katanya kepada Ayobekasi.net, Rabu (30/12/2020).
Dia pun berharap agar edukasi tentang penyakit Covid-19 bisa lebih dipahami masyarakat awam, sehingga stigma buruk tersebut bisa hilang.
“Covid-19 ini bukan aib. Ini tuh pandemi, enggak ada yang mau kena. Tapi, kalau sudah kena, ya tolong bantu minimal jangan kasih stigma negatif,” ujarnya.
Lantas, bagaimana protokol kesehatan yang seharusnya dijalankan apabila ada tetangga yang terpapar Covid-19? Dilansir dari laman edukasi Kementerian Perlindungan Perempuan dan Pemberdayaan Anak, berikut ulasannya:
1. Jangan panik jika ada warga atau tetangga yang terpapar karena dapat mengurangi efektivitas sistem kekebalan tubuh.
2. Membatasi diri untuk berinteraksi secara fisik dengan warga dan masyarakat sekitar.
3. Jangan berikan stigma negatif dan tumbuhkan rasa simpati baik kepada yang masih terpapar maupun yang sudah sembuh.
4. Bantu pemenuhan logistik bagi mereka yang menjalankan isolasi mandiri. Beri dukungan moril dan semangat agar cepat sembuh.
5. Terapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.
6. Ingatkan warga untuk menjaga kebersihan dan disinfeksi lingkungan rumah masing-masing.
7. Laporkan kepada Satgas Penanganan Covid-19 atau RT dan RW setempat jika ada warga yang positif Covid-19 yang melanggar protokol kesehatan di luar rumah.
Share this article
Penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat akhir-akhir ini membuat sebagian besar masyarakat takut, bahkan frustasi.