KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM – Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total tidak diikuti Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.
Pria yang akrab disapa Pepen itu mengaku punya cara sendiri dalam menangani penyebaran Covid-19, terutama di wilayah yang dipimpinnya ini.
AYO BACA : PSBB JAKARTA: Anies Bakal Tutup Ragunan hingga Ancol
“Kami punya cara-lah intinya. Karakter masyarakat di DKI mungkin sama (dengan Bekasi), tapi cara penanganannya mungkin beda. Jadi, (kalau PSBB total) enggak-lah” kata Pepen saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2020).
Dia tetap fokus pada kebijakan Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) yang dinilai cukup berhasil dijalankan. Terlebih, ekonomi masyarakat adalah satu hal yang juga menjadi prioritas disamping menekan laju penularan Covid-19.
AYO BACA : JAKARTA DARURAT COVID: Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di DKI Tinggal 641 Unit
“ATHB itu tujuannya masyarakat produktif yang aman Covid-19. Kita juga maksimalkan peran RW Siaga di setiap kecamatan dan kelurahan,” ujar dia.
Meski demikian, Pepen tetap akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kebijakan yang sudah diputuskan Anies Baswedan tersebut.
“Ya nanti kita evaluasi semuanya,” katanya.
AYO BACA : Tunggu Perintah Gubernur, Kabupaten Tangerang Bakal Ikuti PSBB di Jakarta

Share this article
“Kami punya cara-lah intinya. Karakter masyarakat di DKI mungkin sama (dengan Bekasi), tapi cara penanganannya mungkin beda. Jadi, (kalau PSBB total) enggak-lah” kata Pepen saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2020).