KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM – Penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi semakin mengkhawatirkan dengan peningkatan harian yang cukup signifikan, bisa mencapai 50 orang dalam sehari.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bekasi sekaligus Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjelaskan, hingga 16 Agustus 2020 tercatat sebanyak 155 kasus keluarga dengan jumlah jiwa keseluruhan mencapai 437 orang.
“Klaster keluarga Ini meningkat dan menjadi klaster tertinggi di Bekasi,” kata Rahmat dalam keterangannya, Jumat (21/8/2020).
Peningkatan klaster keluarga, lanjut dia, berdampak pada 10 Kecamatan dan 32 Kelurahan di seluruh Kota Bekasi. Hal ini disebabkan adanya mobilitas tinggi di antara keluarga yang satu dengan yang lain.
AYO BACA : UPDATE KASUS HARIAN COVID-19: DKI 595 Kasus, 9 Hari Berturut-turut di Atas 500 Kasus
“Klaster keluarga ini kebanyakan karena mengunjungi keluarga satu sama lain. Seolah-olah pada saat tatanan baru menganggap tidak ada lagi virus, padahal virusnya masih ada,” ujar pria yang akrab disapa Pepen itu.
Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya untuk menekan munculnya pertambahan klaster keluarga dengan menggandeng tim dokter penanganan Covid-19 dan melakukan rapid test pada 10 Kecamatan dan 32 Kelurahan yang dinyatakan terdapat klaster keluarga tersebut.
Adapun data yang ada dalam rilis Pemkot Bekasi menyebutkan, per tanggal 16 Agustus 2020, jumlah total kasus positif Covid-19 mencapai 1324 orang dimana ada 151 keluarga dengan total 437 jiwa.
Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp: 081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119. Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119. Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.
AYO BACA : Hadiri Deklarasi KAMI, Gatot Nurmantyo: KAMI Tidak Akan Menjadi Parpol

Share this article
Peningkatan klaster keluarga, lanjut dia, berdampak pada 10 Kecamatan dan 32 Kelurahan di seluruh Kota Bekasi. Hal ini disebabkan adanya mobilitas tinggi di antara keluarga yang satu dengan yang lain.