BEKASI SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, merasa prihatin saat melihat sendiri penuhnya lahan pemakaman khusus korban Covid-19 di TPU Pedurenan, Mustikajaya, Kota Bekasi.
Kunjungan kepala daerah yang akrab disapa Pepen itu berlangsung pekan lalu. Saat itu ia datang untuk memberi penghormatan terakhir kepada seorang ASN Kota Bekasi yang meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol Covid-19.
Pepen bercerita, kondisi pemakaman khusus Covid-19 itu sungguh berbeda dengan apa yang ia lihat beberapa waktu lalu.
“Sangat berbeda. Waktu itu hanya sedikit saja makam di sana,” ujarnya, Senin (4/5/2020).
Menurut Pepen, perkembangan tersebut menandakan bahwa virus ini tidak bisa dianggap remeh.
“Ini memperlihatkan bahwa Covid-19 tidak bisa dianggap enteng. Betul-betul mengingatkan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat untuk patuhi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar),” katanya.
Politikus Golkar ini mengatakan, dirinya masih menemukan banyak masyarakat yang terkesan meremehkan wabah Covid-19 dengan berkeliaran di jalan tanpa memakai masker. Belum lagi para pelanggar PSBB yang tidak peduli anjuran physical distancing.
“Makanya sanksi juga kami pertegas, ada surat tilang dan petugas Satpol PP dibekali bambu,” ujarnya.
“Physical distancing ini tolong diperhatikan betul agar segera mata rantai Covid-19 terputus,” lanjut Pepen.
Berdasarkan data corona.bekasikota.go.id, Senin (4/5/2020), jumlah kasus positif Covid-19 saat ini sebanyak 250 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 792 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 2.024 orang.

Share this article
Pepen bercerita, kondisi pemakaman khusus Covid-19 itu sungguh berbeda dengan apa yang ia lihat beberapa waktu lalu.