BEKASI SELATAN, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membantah adanya politisasi kantong plastik yang digunakan dalam penyaluran bantuan sosial.
Hal ini lantaran ada sebagian pihak yang menganggap warna kantong tersebut mengindikasikan kepentingan politik partai tertentu.
AYO BACA : Gara-gara Plastik Bansos, Pemkot Bekasi Dapat Ribuan Kantong Ramah Lingkungan
Kepala Bagian Humas Kota Bekasi Sajekti Rubiyah menjelaskan, pihaknya hanya menerima plastik tersebut dari suplier dan tidak dalam upaya mendukung salah satu partai politik di Kota Bekasi. Adapun warna kantong tergantung stok ketersediaan kiriman dari penyedia.
“Pemerintah Kota Bekasi telah mengupayakan kepada penyedia kantong plastik agar menyanggupi kebutuhan dalam jumlah banyak dan dalam tempo cepat. Hanya beberapa penyedia saja yang menyanggupinya,” kata Sajekti di Bekasi, Rabu (22/4/2020).
AYO BACA : Pemkot Bekasi Salurkan Paket Sembako Tahap II
“Maka pemerintah menerima logistik plastik dari penyedia apa pun warna plastiknya,” lanjutnya.
Selain itu, Sajekti juga berdalih bahwa penggunaan kantong plastik sekali pakai hanya diperuntukkan dalam kondisi darurat seperti pandemi Covid-19 di mana warga sangat membutuhkan bansos ini dalam waktu cepat.
“Dalam darurat seperti ini, kita juga perlu mempertimbangkan efisiensi waktu pendistribusian bantuan untuk membantu warga,” ujarnya.
Meski demikian, para Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dituntut tetap memprioritaskan prinsip efisiensi dan efektivitas sepanjang belum terdapat ketersediaan dan alternatif penggunaan kantong jenis lain.
“Perangkat daerah juga mencatat dan melaporkan penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam kondisi PSBB kepada Wali Kota dan Dinas Lingkungan Hidup,” kata Sajekti.

Share this article
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membantah adanya politisasi kantong plastik yang digunakan dalam penyaluran bantuan sosial.