JAKARTA, AYOJAKARTA.COM — Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) berharap pemerintah melakukan percepatan penyelesaian infrastruktur Tol Cilincing-Cibitung guna menambah produktivitas usaha.
“Kami minta percepatan Tol Cilincing-Cibitung karena kalau tidak kami stuck di Simpang Susun Cikunir, itu biang macetnya," kata Wakil Ketua Aptrindo, Kyatmaja Lookman, Kamis (31/10/2019).
Simpang Susun Cikunir, tepatnya di lintasan sekitar Jatiasih Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi simpul pertemuan kendaraan dari Tol Lingkar Luar Jakarta dengan Tol Jakarta-Cikampek.
Tepat di Simpang Susun Cikunir, terjadi penyempitan lajur kendaraan di KM 45.500 dari semula tiga lajur kendaraan menjadi dua lajur kendaraan. Pengendara harus menurunkan kecepatan laju rata-rata 0 sampai 30 Km/jam sehingga memicu kepadatan lalu lintas.
“10 tahun lalu truk kami bisa 20 sampai 25 ritase per bulan, sekarang berkurang jadi 12 sampai 16 ritase per bulan produktivitas turun 40 persen," katanya.
Tol Cilincing-Cibitung sepanjang 34 kilometer akan masuk dalam sistem besar jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II.
Tol ini pun menjadi ruas terpanjang dalam JORR II, dan akan menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta ke pesisir pelabuhan di Jakarta Utara.
"November nanti Tol Jakarta Elevated selesai, apalagi kalau Tol Cilincing-Cibitung dipercepat selesainya, mudah-mudahan bisa lebih baik trip kita," katanya.

Share this article
Simpang Susun Cikunir, tepatnya di lintasan sekitar Jatiasih Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi simpul pertemuan kendaraan dari Tol Lingkar Luar Jakarta dengan Tol Jakarta-Cikampek.