BEKASI, AYOJAKARTA.COM--Penerapan skema one way atau satu jalur yang terjadwal pada mudik dan arus balik Lebaran 2019 di ruas tol, diharapkan dapat membuat masyarakat pengguna jalan mampu mengatur jadwal bepergian.
GM Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R. Lukman mengatakan, berbeda dengan tahun sebelumnya, penerapan one way karena tidak terjadwal membawa dampak kemacetan di arteri, kendati di dalam ruas tol lalu lintas menjadi lancar.
Maka dengan penerapan skema itu atas diskresi kepolisian, kendati bisa saja dirubah kembali atas kebijakan Korlantas Polri, Raddy mengharapkan masyarakat dapat mengetahui kapan waktu yang sekiranya menjadi jam padat di ruas arteri.
\"Paling tidak masyarakat lebih bisa mengatur perjalanannya, kalau dulu kan mungkin ada yang kaget, sekarang orang bisa mengatur, bisa menghindari waktu one way,\" kata Raddy, Selasa (28/5/2019).
Ia pun mengungkapkan, untuk penerapan skema one way yang teranyar, terdapat perubahan. Awalnya one way hendak diterapkan pada kilometer 29 atau sejak GT Cikarang Utama. Namun karena relokasi, maka one way dipindah ke kilometer 70 atau setelah GT Cikampek Utama.
\"Harinya masih sama tanggal 30, 31 Mei lalu 1, dan 2 Juni untuk arus mudik, kemudian 8, 9, 10 Juni untuk arus balik. Lalu jam pemberlakukannya, sebelumnya di publish Korlantas itu sampai 24 jam, sekarang adalah untuk mudik dari 08.00-21.00 WIB, baliknya 12.00-00.00 WIB,\" katanya.
Ia pun memastikan dengan dipindahkannya penerapan one way ke kilometer 70, maka kepadatan kendaraan di ruas arteri dapat diminimalisir. Pasalnya pergerakan komuter yang biasanya tinggi terjadi di wilayah industri, seperti Cikarang Timur dan Karawang Barat.
Disamping itu, angkutan bus yang juga biasa terjadwal akan menjadi terganggu lewat arteri bila penerapan one way berada di kilometer 29. Sehingga dengan pemberlakukan one way ke kilometer 70 ruas arteri tidak terlalu terganggu.
\"Jadi artinya nanti kendaraan dari arah Timur bisa masuk dari arah Cikampek atau lewat Kalihurip atau Sadang ke arah Jakarta. Karena setelah Kalihurip itu normal dua arah lagi,\" tandasnya.
AYO BACA : Kecelakaan di Tol Trans Jawa Diakibatkan Kondisi Fisik Pengemudi
AYO BACA : 1.200 Personel di Jakarta Utara Dikerahkan dalam Operasi Ketupat Jaya
Share this article
Penerapan skema one way atau satu jalur yang terjadwal pada mudik dan arus balik Lebaran 2019 di ruas tol, diharapkan dapat membuat masyarakat pengguna jalan mampu mengatur jadwal bepergian.