AYOJAKARTA.COM - Dalam upaya meringankan beban ekonomi masyarakat di awal tahun 2025, PLN meluncurkan program diskon listrik sebesar 50% yang berlaku selama periode Januari hingga Februai 2025.
Program ini secara spesifik menyasar pelanggan rumah tangga dengan rentang daya mulai dari 450 VA hingga 2.200 VA, mencakup baik pelanggan pasca bayar maupun prabayar.
Kebijakan ini merupakan langkah strategis yang diharapkan dapat membantu sekitar jutaan rumah tangga di Indonesia menghadapi berbagai tekanan ekonomi di awal tahun.
Terutama mengingat periode ini biasanya ditandai dengan peningkatan signifikan dalam pengeluaran rumah tangga untuk berbagai kebutuhan seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Baca Juga: Kenapa Ereg Pajak Tidak Bisa Diakses? Begini Penjelasannya!
Mekanisme penerapan diskon dibedakan berdasarkan jenis pelanggan namun tetap memberikan keuntungan yang setara.
Dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Jumat (3/1/2025) bagi pelanggan pasca bayar, sistem akan secara otomatis mengurangi 50% dari total tagihan listrik saat pembayaran dilakukan untuk periode Januari dan Februari 2025, tanpa perlu melakukan pendaftaran atau prosedue khusus.
Sementara untuk pelanggan prabayar, mekanisme diskon diterapkan saat pembelian token, di mana pelanggan hanya perlu membayar setengah dari harga normal untuk mendapatkan jumlah kWh yang sama seperti biasanya.
Misalnya, jika biasanya membayar Rp100.000 untuk mendapatkan token listrik dengan jumlah kWh tertentu.
Selama periode program, pelanggan hanya perlu membayar Rp50.000 untuk mendapatkan jumlah kWh yang sama.
Program ini memiliki rincian batas maksimal yang sangat spesifik untuk setiap golongan daya.
Untuk pelanggan dengan daya 450 VA yang umumnya merupakan golongan masyarakat menengah ke bawah.
Batas maksimal pembelian token yang semula Rp134.460 per bulan akan menjadi Rp67.230, memberikan potensi penghematan hingga Rp67.230 per bulan atau Rp134.460 selama program berlangsung.
Pelanggan dengan daya 900 VA non subsidi mendapatkan penyesuaian lebih besar, dari maksimal Rp876.096 menjadi Rp438.048 per bulan.
Memungkinkan pemhematan hingga Rp438.048 per bulan atau total Rp876.096 selama dua bulan.
Sementara untuk rumah tangga dengan daya 1.300 VA yang merupakan golongan yang cukup umum di perkotaan.
Batas maksimal turun dari Rp1,35 juta menjadi Rp676.199 per bulan, memberikan potensi penghematan total hingga Rp1,35 juta selama periode program.
Pelanggan dengan daya tertinggi dalam program ini, yaitu 2.200 VA, mendapatkan potensi penghematan paling besar dengan penyesuaian batas maksimal dari Rp2,29 juta menjadi Rp1,14 juta per bulan.
Ini berarti selama dua bulan periode program, pelanggan dalam kategori ini bisa menghemat hingga Rp2,29 juta.
Penting untuk dicatat bahwa semua angka ini merupakan batas maksimal, dan penghematan aktual akan bergantung pada pola konsumsi listrik masing-masing rumah tangga.
Program ini juga memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk mengatur penggunaan listrik mereka sesuai kebutuhan.
Sambil tetap mendapatkan manfaat dari diskon yang diberikan oleh pemerintah.
Pelanggan disarankan untuk tetap bijak dalam penggunaan listrik dan memanfaatkan momentum ini untuk menerapkan pola konsumsi listrik yang lebih efisien demi keberlanjutan penghematan jangka panjang, bahkan setelah program berakhir.***

Share this article
Diskon listrik ini secara spesifik menyasar pelanggan rumah tangga dengan rentang daya mulai dari 450 VA hingga 2.200 VA.