JAKARTA, AYOJAKARTA.COM—Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak goreng (migor) di pasaran meroket naik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun punya tips menarik bagi warga Ibu Kota menyiasati naiknya harga minyak goreng.
Pemprov DKI menganjurkan warga membeli minyak goreng ukuran kecil. Imbauan ini dianggap menjadi salah satu solusi mengatasi meroketnya harga minyak goreng belakangan ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan Perikanan atau DKPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati menjelaskan, dengan membeli kemasan yang lebih kecil, artinya masyarakat tak perlu membayar mahal untuk minyak goreng.
Ia juga menyebut BUMD Food Station sudah menyediakan minyak dikemas ukuran kecil agar masyarakat bisa beli dengan harga sesuai kebutuhan.
Baca Juga: 3.000 Liter Minyak Goreng Bersubsidi Didistribusikan di Bazar KemenPUPR
"Kalau masyarakat itu keberatan dengan yang tadi saya sampaikan dengan kemasan 2 literan, kemasan 5 literan, itu Food Station membuat kemasan yang kecil," ujar Eli, Kamis (6/1/2022).
Melansir SuaraJakarta.id-jaringan Ayojakarta.com, Sabtu (8/1), selain itu, Eli juga menyebut salah satu solusinya adalah dengan membeli minyak curah.
"Tentu saja pasti harganya lebih sesuai pada hari ini saya butuh ya beli. Kemudian kedua memang ada juga sistemnya adalah curah," tambah Eli.
Ia menambahkan, dengan adanya minyak goreng berbagai ukuran dan curah, maka warga bisa menyesuaikan pembelian sesuai dengan kebutuhan.
Meski demikian, hal ini baru menjadi solusi jangka pendek. Pihaknya belum bisa memastikan kapan harga minyak goreng akan turun karena berkaitan dengan kebijakan dari pemerintah pusat.
Baca Juga: BBM Langka Gara-gara Kilang Minyak Terbakar? Ini Penjelasan Dirut Pertamina
"Kalau minyak pasti kita butuh kebijakan dari pemerintah pusat, karena ada beberapa kebijakan (impor) yang tidak ada di pemerintah daerah," tutur dia.
Di sisi lain, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp14.000 per liter direncanakan bakal diproduksi pekan ini.
“Kita akan mulai mudah-mudahan produksi akan segera berlangsung tidak akan lebih lama dari pada awal minggu depan, mudah-mudahan akhir minggu ini sudah mulai,” kata Mendag Lutfi, Rabu (6/1), dikutip dari SuaraSumsel.id-jaringan Ayojakarta.com.
Lutfi menyampaikan penyediaan minyak goreng harga murah tersebut melibatkan setidaknya 70 industri minyak goreng dan 225 packer.
"Namun untuk penyediaan awal, pemerintah akan bekerja sama dengan lima industri minyak goreng besar," sambungnya.
Baca Juga: Kilang Minyak Indramayu Meledak Diduga Tersambar Petir, Api Membumbung Tinggi
“Kita akan meminta lima dulu yang mayor yang besar untuk segera mengalokasikan untuk minyak goreng kemasan sederhana ini untuk bisa jalan,” ujarnya.
Distribusi minyak goreng tersebut akan dapat menjangkau seluruh pasar yang dipantau oleh Kementerian Perdagangan pada akhir minggu depan.
“Mudah-mudahan ini dapat memberikan harga minyak goreng yang terjangkau oleh masyarakat dan mudah-mudahan bisa memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan nilai aman karena bentuk daripada penyaluran minyak goreng ini minyak goreng kemasan sederhana,” kata Lutfi.
Kendati menyediakan minyak goreng kemasan sederhana, Lutfi menegaskan bahwa pihaknya masih akan tetap mempertahankan minyak goreng kemasan premium.

Share this article
Pemprov DKI menganjurkan warga membeli minyak goreng ukuran kecil. Imbauan ini dianggap menjadi salah satu solusi mengatasi meroketnya harga