TEBET, AYOJAKARTA.COM – Sekitar 10 bulan pandemi Covid-19 merebak di Indonesia selama 2020 ternyata tidak menyebabkan transaksi pembelian barang elektronik, busana dan furnitur jatuh ke titik nadir. Pemerintah mengumumkan pasien pertama yang terpapar virus Corona pada 2 Maret 2020.
Justru, data PT Akulaku Silvrr Indonesia (Akulaku) mencatat adanya kenaikan transaksi cicilan yang signifikan pada pembelian sejumlah kategori barang di sepanjang 2020 di kelompok usaha itu. Produk elektronik, fashion pria, dan furnitur merupakan sejumlah kategori yang mengalami kenaikan pesanan yang sangat drastis selama masa pandemi. Bahkan, kenaikan volume transaksi pada sejumlah kategori tersebut bahkan melebihi 100% apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Direktur PT Akulaku Silvrr Indonesia, Herryson, mengungkapkan, produk elektronik masih menempati urutan teratas sebagai kategori barang yang paling diburu oleh konsumen Akulaku. Harga produk elektronik yang relatif tinggi mendorong konsumen untuk bertransaksi dengan memanfaatkan opsi cicilan Akulaku.
Namun, furnitur menjadi kategori produk dengan tingkat pertumbuhan penjualan tertinggi pada tahun lalu. Kenaikan volume pesanan pada berbagai produk furnitur mencapai lebih dari 650% pada periode November hingga Desember 2020.
“Dan yang menarik adalah, lonjakan permintaan pada kategori tersebut bukan hanya didominasi brand besar yang sudah akrab di telinga masyarakat. Permintaan terhadap berbagai produk UMKM dengan kualitas yang bersaing pun turut terangkat signifikan,” ujar Herryson dalam keterangan tertulisnya kepada Ayojakarta.
Kenaikan permintaan terhadap kategori furnitur tersebut merupakan suatu indikasi bahwa pandemiCovid-19 telah mengubah kebiasaan masyarakat dengan meluangkan lebih banyak waktu di rumah.
Kondisi ini kemudian membuat masyarakat untuk meningkatkan kenyamanannya di rumah dengan cara mendekorasi ulang dan menambah perabot rumah di tengah kondisi pembatasan sosial.
Dari kategori barang home and living setidaknya ada lima perlengkapan dan perabotan rumah tangga yang paling dicari pengguna Akulaku di sepanjang 2020. Di antaranya adalah rak penyimpanan, sofa, spring bed, perlengkapan dapur, dan kasur busa.
Kebiasaan baru yang serba membatasi interaksi fisik turut mendorong konsumen untuk memperoleh berbagai perlengkapan sehari-hari di rumah melalui platform daring.
Di sepanjang kuartal IV 2020, Akulaku mencatat adanya pertumbuhan jumlah merchants pada kategori busana pria sebesar 6 kali lipat. Sementara jumlah merchants di kategori furnitur mengalami kenaikan sebesar 2 kali lipat. Begitu juga dengan ketersediaan penjual produk elektronik yang terhubung dengan Akulaku mengalami pertumbuhan sebesar 100%.
Secara keseluruhan, jumlah pelaku usaha baru yang terhubung dengan Akulaku terus mengalami pertumbuhan signifikan di sepanjang 2020. Saat ini rata-rata terdapat sekitar 3.000 UMKM baru yang terhubung dengan platform Akulaku di setiap kuartal.
Akulaku berkomitmen untuk terus meningkatkan dukungan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan memberikan pendampingan kepada mitra merchant dalam mengoptimalkan peluang selama masa pandemi.
Komitmen tersebut diwujudkan tidak sebatas mengikutsertakan merchant dalam berbagai inisiatif kampanye promosi yang bergulir secara periodik di sepanjang tahun. Akulaku juga melakukan kurasi barang yang akan sesuai dengan tema promosi, memberikan rekomendasi tren kategori barang terlaris serta strategi penetapan harga (pricing strategy) di dalam platform Akulaku.
“Dengan demikian, mitra merchant dapat memanfaatkan momentum lonjakan pengunjung untuk mengoptimalkan transaksi penjualan mereka tanpa beban biaya yang signifikan.”
Akulaku melihat perubahan kebiasaan masyarakat turut berperan dalam mengakselerasi adopsi berbagai layanan digital, tak terkecuali layanan pembiayaan. Penggunaan fitur cicilan belanja Akulaku yang bekerja sama dengan PT Akulaku Finance Indonesia, juga turut mendukung penjualan merchant selama masa pandemi ini.
“Pada masa pandemi ini kami melihat semakin banyak pelaku UMKM yang bergabung dengan Akulaku dan mulai memaksimalkan platform ecommerce untuk berjualan secara online. Akulaku akan terus mendukung para pelaku UMKM untuk berjualan secara online dan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui berbagai inovasi dan peningkatan pelayanan yang prima,” tutup Herryson.
Akulaku Grup adalah kelompok usaha yang menyediakan berbagai layanan digital, di antaranya adalah layanan kredit secara online dan juga layanan marketplace.
PT. Akulaku Silvrr Indonesia adalah perusahaan penyedia jasa aplikasi market place dan PT. Akulaku Finance Indonesia adalah penyedia layanan pembiayaan yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Akulaku memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi dengan metode cicilan yang dapat digunakan untuk pembayaran kredit di aplikasi Akulaku atau e-commerce lainnya. Saat ini, Akulaku telah tersedia di berbagai merchant offline maupun online seperti
e-commerce Bukalapak, Shopee, BliBli, JD.ID dan lainnya serta telah bekerjasama dengan sekitar 120.000 UMKM di Indonesia.

Share this article
Di Tengah Pandemi, Pembelian Barang Elektronik dan Busana di Akulaku Malah Moncer