TEBET, AYOJAKARTA.COM – Ekonomi Indonesia masuk jurang resesi setelah lantaran pada kuartal III Tahun 2020 diumumkan perekonomian kembali terkontraksi minus 3,49%. Pada kuartal sebelumnya, ekonomi Indonesia minus 5,32%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto menjelaskan, penyebab kontraksi ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 yaitu menurunnya permintaan dan penawaran barang dan jasa.
Berdasarkan catatan BPS, salah satu penyebabnya sektor otomotif yang anjlok. Penjualan mobil turun hingga 59,30% sepanjang kuartal III Tahun 2020 dibandingkan periode sama pada 2019.
Selain itu, penjualan motor juga mengalami penurunan 46,14% sepanjang kuartal III Tahun 2020 dibanding periode sama pada 2019.
AYO BACA : Harga Emas Antam Dibanderol Rp1.005.000 per Gram (5 November)
"Penjualan sepeda motor sepanjang kuartal III mencapai 911 ribu unit, tetapi year on year (yoy) masih mengalami penurunan 46,14%," ujar Suhariyanto dalam YouTube BPS Statistics, Kamis (5/11/2020).
Indikator lainnya adalah produksi semen sepanjang kuartal III Tahun 2020 yang hanya 18,01 juta ton, atau turun 8,57% dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia ada kuartal III Tahun 2020 mencapai 474,62 ribu atau turun 89,18% dibanding periode sama pada 2019.
"Dari sisi perdagangan ritel masih mengalami penurunan dan memang masih terlihat minat masyarakat terjadi penurunan pembelian mobil dan motor, juga penurunan omzet ritel dan memang kami melihat minat masyarakat mengunjungi pusat perbelanjaan belum sepenuhnya pulih," katanya.
AYO BACA : Kuartal III Minus 3,49%, Tanda Indonesia Jatuh ke Jurang Resesi

Share this article
Selain itu, penjualan motor juga mengalami penurunan 46,14% sepanjang kuartal III Tahun 2020 dibanding periode sama pada 2019.