TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendorong para pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) untuk bangkit kembali dari keterpurukan dampak pandemi Covid-19.
AYO BACA : September 2020, Defisit APBN Bengkak 4,16 Persen. Ini Kata Menkeu Sri Mulyani!
Salah satunya dengan memberikan pelatihan pemasaran produk melalui e-commerce di aula gedung PPIK Jalan Letkol Mashudi, Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Senin, (19/10/2020).
AYO BACA : Puan Maharani Sebut Bansos Kemensos Jadi Pengaman saat Pandemi
Kegiatan pelatihan ecommerce dalam rangka pemulihan ekonomi nasional tersebut dilaksanakan selama 25 hari, mulai dari tanggal 19 Oktober hingga 4 Desember 2020.
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, di tengah pandemi ini para pelaku UMKM harus mampu memaksimalkan potensi dan memanfaatkan era digital atau e-commerce agar bisa mempertahankan laju usahanya serta meningkatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Dengan platform ecommerce ini, UMKM mudah untuk memasarkan berbagai produknya secara online melalui berbagai aplikasi yang ditawarkan," ujar Budi.
Menurutnya, inovasi teknologi digital di Indonesia terus berkembang dengan dibuktikan banyaknya bermunculan start-up lokal yang bergelut di berbagai sektor bisnis. Sebagai contohnya adalah pertumbuhan pada sektor e-commerce yang semakin sukses.
"Melalui e-commerce para pelaku usaha bisa terbantu khusunya dalam hal pemasaran dan penjualan. Apalagi sejauh ini pemasaran masih menjadi kendala utama para pelaku UMKM," jelas Budi.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian Perdagangan (Perindag) dan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) Kota Tasikmalaya Firmansyah mengatakan, untuk menggeliatkan kembali gairah perekonomi masyarakat terutama UMKM di Kota Tasikmalaya di masa pandemi, pihaknya terus berupaya memberikan bantuan berupa pelatihan pemasaran digital dan bantuan tunai dari pemerintah pusat.
Salah satu program yang dilakukan yaitu program percepatan ekonomi nasional (PEN) guna membangkitkan kembali kemampuan dan kapasitas UMKM dalam masa pandemi.
"Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menganggarkan sekitar Rp 500 juta untuk pelatihan E-Commers bagi 1.000 UMKM. Rencana pelatihan mulai dilaksanakan Senin, (19/10/2020), secara bertahap di gedung PPIK," ujar Firmansyah, Minggu, (18/10/2020).
Menurut Firmansyah, para peserta pelatihan nantinya dilatih bagaimana cara pemasaran melalui dunia digital atau internet, sehingga pelaku UMKM ini bisa memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usahanya.
"Kami kerjasama dengan pemerintah Jerman untuk pendampingan para pelaku UMKM selama 6 bulan dan insyaallah seluruh biay pendampingan ditanggung oleh pemerintah Jerman," ungkap Firmansyah.
Disamping itu, Dinas Perindag dan UMKM Kota Tasikmalaya juga mengupayakan bantuan produktif dari Kementerian Koperasi sebesar Rp 2,4 juta per UMKM, untuk membangkitkan kembali para pelaku usaha.
Dengan bantuan tersebut, diharapkan UMKM bisa kembali memulai usahanya dan mengganti modal yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di masa pandemi.
"Data yang kami diusulkan ke kementerian sebanyak 132.000 UMKM dan yang telah divalidasr sebanyakn 93. 000. Dana bantuan tersebut sudah cair melalui rekening masing-masing," pungkas Firmansyah. (Heru Rukanda)
AYO BACA : Tekan Kemiskinan Akibat Wabah, Kemensos Bakal Perluas Target Penerima Bansos

Share this article
Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendorong para pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) untuk bangkit kembali dari keterpurukan dampak pandemi Covid-19.