BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat pada triwulan II/2020 terkontraksi -5,89% (y-o-y) akibat pandemi Covid-19.
Kepala BPS Jabar Dyah Anugrah Kuswardani mengatakan bila dibandingkan triwulan sebelumnya pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi masih positif sebesar 5,8%.
AYO BACA : Sandiaga Uno: Pemerintah akan Umumkan Resesi Ekonomi, Besok 5 Agustus!
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi terkontrasi sendiri baru terjadi pada triwulan II/2020 sejak 2016.
"Dampak Covid-19 sangat terasa, hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi -5,89%," ujarnya saat paparan di BPS Jabar, Rabu (5/8/2020)
AYO BACA : Pandemi, bank bjb syariah Catat Peningkatan Laba
Dia menjelaskan, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Jabar. Pada triwulan II/2020, kontribusi konsumsi rumah terkontraksi besar mencapai -3,34%
"Hampir seluruhnya kontribusi pertumbuhan ekonomi terkontraksi, hanya sektor konsumsi pemerintah yang tumbuh positif 1,06%," katanya
Konsumsi pemerintah tumbuh positif dipacu oleh penyaluran bantuan sosial (bansos) serta pembayaran tunjangan hari raya (THR).
"Ini cukup signifikan, tapi belum membantu sepenuhnya," katanya.

Share this article
Pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat pada triwulan II/2020 terkontraksi -5,89% (y-o-y) akibat pandemi Covid-19.