TEBET, AYOJAKARTA.COM - Masa pandemi virus corona diprediksi akan semakin menggairahkan lini jual beli mobil bekas. Saat orang berada di dalam rumah untuk waktu yang lama, kegandrungan pada mobil bekas dinilai akan semakin digemari lantaran sistem perekonomian yang diandalkan berjalan dalam jaringan (daring).
Pengamat otomotif nasional, Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, meski ada geliat yang positif dalam usah ajual beli mobil bekas yang dilalukan daring, namun semuanya memiliki kekurangan dan kelebihan. =
AYO BACA : Mercedes-Bens Recall 600 Ribu Unit Mobil di Tiongkok
"Semakin banyaknya penjualan online lebih merupakan perubahan media saja. Dari yang awalany kontak offline atau fisik menjadi melalui media digital," ujar dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Melihat dari sisi positifnya adalah luas cakupan calon pembeli menjadi tanpa batas.
AYO BACA : Hondal Recall Ribuan Mobil di Asia Tenggara
Pembeli tidak lagi hanya pada level lokal atau kota tertentu saja. Mereka bisa dapat dari mana pun, selama tertarik akan mencarinya melalui media digital yang tidak mengenal batas wilayah, dan harga pun dapat menjadi semakin kompetitif.
"Karena tidak ada lagi biaya iklan media cetak yang mahal dan tidak memerlukan lagi jasa broker seperti model penjualan lama," ungkap Yannes Martinus Pasaribu.
Sementara kekurangannya, calon pembeli tidak dapat merasakan impresi awal dari kendaraan yang akan dibelinya.
"Tapi hal ini dapat diatasi dengan membuat appointment untuk melihat barangnya secara langsung," kata Yannes Martinus Pasaribu.

Share this article
Pembeli tidak lagi hanya pada level lokal atau kota tertentu saja. Mereka bisa dapat dari mana pun, selama tertarik akan mencarinya melalui media digital yang tidak mengenal batas wilayah, dan harga pun dapat menjadi semakin kompetitif.