BANDUNG BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Perhatian pemerintah kepada para perajin bambu di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) terbilang minim. Padahal, saat pandemi mereka kehilangan pendapatan karena pesanan pasar online merosot tajam.
Edwar Hermawan (33) perajin bambu warga Kampung Sukalaksana, RT 1 RW 21 Desa Sirnajaya, Kecamatan Gunung Halu, setahun terakhir menggeluti kerajinan bambu.
Sebelum itu, ia bekerja serabutan sebagai buruh bangunan maupun buruh tani untuk menghidupi kebutuhan dapur keluarganya.
"Di sini tidak ada lapangan pekerjaan, makanya coba membuat kerajinan bambu ini,"ungkap Edwar saat ditemui Ayobandung.com, Kamis (2/7/2020).
AYO BACA : Kemenperin Tingkatkan Kompetensi Penyuluh IKM di Daerah
Menurutnya, bambu mudah ditemui di sekitar kampungnya sehingga ia berinisiatif mencoba membuat kerajinan bambu dan dijual secara online.
"Dari pada nganggur saya coba bikin secara autodidak, kemudian dipasarkan melalui media sosial,"katanya.
Ada berbagai hasil kerajinan yang ia buat seperti satunya 1 set gelas dan teko, pipa rokok, nampan dan alat rumah tangga terbuat dari bambu jenis Gombong dan Ater atau dikenal awi temen.
"Lumayan untuk beli beras sebulan ada saja yang laku, hanya saat pandemi pesanan tidak ada sama sekali,"sebutnya.
AYO BACA : Manfaatkan Limbah Kayu dan Kaca, Warga Tasik Ciptakan Gitar Bernilai Seni Tinggi
Sejak mulai menjadi perajin bambu, kata Edwar, ia tidak pernah mendapat pembinaan maupun bantuan pemerintah. Padahal, ia dan perajin lainnya berharap campur tangan pemerintah agar kualitas produknya meningkat serta butuh perluasan pasar.
"Jangankan saat pandemi, waktu normal saja tidak ada bantuan pemerintah. Kalau enggak ada pesanan kita tidak dapat uang,"keluhnya.
Edwar bermimpi suatu saat kerajinan bambu buatan tangannya bisa menjadi salah satu komoditas penunjang pengembangan sektor pariwisata di Gunung Halu.
Ia berharap pemerintah turun tangan memberikan pelatihan agar produk yang dihasilkan perajin bernilai tinggi. Perluasan pasar dengan mendirikan sentra oleh-oleh akan membuka peluang ekonomi baru bagi perajin.
"Kami ingin ada sentra oleh-oleh yang mewadahi perajin bambu disini, produk kerajinan selain obyek wisata alam dan kopi juga akan menunjang sektor pariwisata di Gunung Halu," tandasnya. (Tri Junari)
AYO BACA : Terinspirasi dari Brompton, Produksi Sepeda Kreuz Bandung Gandeng UMKM Lokal

Share this article
Perhatian pemerintah kepada para perajin bambu di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) terbilang minim. Padahal, saat pandemi mereka kehilangan pendapatan karena pesanan pasar online merosot tajam.