TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Virus corona (COVID-19) yang mewabah di hampir seluruh negara di dunia, telah mengganggu pertumbuhan ekonomi, termasuk dialami Indonesia. Tidak sedikit usaha-usaha kecil, menengah hingga usaha besar terpaksa ditutup akibat pandemik ini.
Guna meningkatkan ekonomi nasional, pemerintah lewat PT Len Industri (Persero) bekerja sama dengan Universitas Pasundan (Unpas) melakukan pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cimahi (Bandung Raya). Kerja sama ini diwujudkan lewat pelatihan, pengembangan, pendampingan hingga pembiayaan kepada para pengusaha UMKM.
Ketua Pelaksana pelatihan Eki Baihaqi mengatakan, masalah yang dihadapi oleh UMKM saat ini adalah kurangnya kompetensi dalam mengembangkan bisnis, kurangnya penguasaan teknologi hingga sangat perlu dilakukan pelatihan, pendampingan untuk mengembangkan UMKM.
“Kompetensi managerial dalam pengembangan platfom bisnis masih minim, dan pengembangan pasar terbatas. Selain itu, management produksi, management pemasaran belum inovatif dan berbasis pada tekhnologi, serta kompetensi pemanfaatan teknologi yang relevan dengan market dan produk, dalam menciptakan diversifikasi produk belum muncul,” kata Eki Baihaqi dalam siaran persnya yang diterima, Sabtu (20/6).
Baihaqi menjelaskan, program kegiatan pengembangan dan pendampingan dalam kegiatan ini diperkuat dengan materi yang mendukung dalam pengembangan pasar dalam skala nasional dan internasional.
“Bentuk program kegiatan pelatihan UMKM start-up ini berbasis pada jasa dan produk dengan memanfaatkan user kreatif konten yang multi perspektif. Pelatihan UMKM Go Digital yang dirancang kematangan teknologi digital dalam pengembangan pasar dan investasi yang berkesinambungan,” ucapnya.
Menurut Baihaqi, pelatihan yang dilakukan oleh Len Industri bersama Unpas ini bertujuan menghasilkan penggerak UMKM yang baik. Selain mendapatkan pembinaan dan pendampingan, para penggerak UMKM juga akan dibiayai.
“Utamanya memiliki motivasi kewirausahaan, memiliki kompetensi managerial pengembangan platfom bisnis, dan memiliki management produksi, management pemasaran dan pemanfaatan teknologi Go Digital,” jelasnya.
Selain seminar, Len Industri bersama Unpas juga mengadakan pelatihan untuk 60 peserta yang mengajukan profil bisnis sebagai syarat.
“Alhamdulillah 500 peserta ikut dalam sosialisasi ini, dan ada 60 calon peserta yang mengajukan profil bisnis dan permohonan untuk mengikuti pelatihan. Target utama program pelatihan ini adalah peserta memiliki jiwa enterpreneurship dalam mengembangkan usahanya, memiliki kompetensi produksi, management pemasaran dan managerial bisnisnya,” harap Baihaqi.

Share this article
Bentuk program kegiatan pelatihan UMKM Star-Up ini berbasis pada jasa dan produk dengan memanfaatkan user kreatif konten yang multi perspektif.