SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Kondisi pandemi wabah covid-19 nampaknya juga berdampak pada Pekerja Rumah Tangga (PRT). Sejumlah PRT di Semarang pun hasil kehilangan mata pencahariannya lantaran dipecat majikannya.
Serikat PRT Merdeka Semarang mencatat, hingga Kamis (4/6/2020) kemarin, dari 250 anggotanya, sudah ada sebanyak 17 PRT anggotanya yang mengalami pemberhentian kerja.
"Bahkan mereka ada yang dipecat hanya lewat chatting. Tidak diajak ngobrol. Itu kan pasti sangat menyakitkan. Tiba-tiba ada pesan chatting masuk, ternyata malah diberhentikan," ujar Nur Kasanah, Koordinator SPRT Semarang, Jumat (5/6/2020).
Nur menambahkan, jika kasus pemecatan PRT sudah ada sejak bulan Maret lalu. Di mana saat ditanya alasan pemecatan ke sejumlah PRT, beberapa majikan beralasan karena takut tertular Covid-19.
"Pemberhentian PRT kerap terjadi jelang Lebaran. Ini karena sejumlah majikan yang tidak ingin membayarkan THR. Ada yang ngasih THR, tapi seadanya, hanya ngasih kaleng biskuit dan sirup," katanya.
Ditanya berapa jumlah PRT yang diberhentikan di tahun lalu, Nur menjelaskan, ada sebanyak 5 PRT yang mengalami pemutusan kerja. Namun menginjak pertengahan tahun ini, sudah ada 17 orang PRT. Angka tersebut pun melonjak lebih dari 100%.
"Saat pandemi ini sudah 17 PRT yang nggak kerja lagi. Kemungkinan bisa terus bertambah mengingat saat kondisinya seperti ini. Apalagi PRT yang tidak jadi anggota kami, mungkin juga ada tapi tak tercatat oleh kami," ucapnya.
SPRT Merdeka Semarang pun telah berusaha membantu meringankan beban hidup para PRT dengan menyalurkan sejumlah paket sembako. Tiap PRT dapat jatah beras 7 kilogram dan ragam bahan pokok lainnya. (Vedyana Ardyansah)

Share this article
Kondisi pandemi wabah covid-19 nampaknya juga berdampak pada Pekerja Rumah Tangga (PRT).