SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Pembatalan pemberangkatan ibadah haji tahun 2020 berdampak pada sejumlah toko oleh-oleh haji dan umrah di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Para pedagang biasanya meraup untung saat musim haji tiba. Namun, untuk tahun ini dipastikan omzet para pedagang yang berjualan di kawasan Kauman, Kota Semarang ini, turun drastis.
Salah seorang karyawan Sakura Fashion, tempat penjualan perlengkapan dan oleh-oleh haji-umrah di sekitar Kauman, Silviana mengaku sepi pembeli.
"Tahun ini sepi. Beda sama tahun sebelumnya. Biasanya ramai jamaah haji mampir buat beli sejumlah peralatan dan oleh-oleh di sini," ujarnya, Jumat (5/6/2020).
Silviana menambahkan, adapun barang dagangan yang dirasa sepi pembeli saat ini salah satunya adalah aneka cemilan khas Arab seperti kacang pustasio, kismis, kacang almond, dan air zam-zam.
"Rata rata per minggu padahal kita bisa menjual aneka cemilan itu minimal itu 10 kilogram. Saat ini cuma satu sampai dua orang saja yang beli. Terasa sepinya," imbuhnya.
Untuk pembeli oleh-oleh dan perlengkapan haji, Silviana menerangkan tak hanya datang dari Semarang. Pembeli luar kota pun kerap mampir untuk membeli sejumlah perlengkapan haji dan memborong aneka cemilan.
"Ada yang Purwodadi, Demak, Kendal dan lainnya. Ndak cuma dari Semarang saja," tambahnya.
Meski demikian, untuk kurma, menurutnya masih bisa dijual dengan jumlah yang lebih banyak dari lainnya. Hal tersebut lantaran kurma masih bisa dijadikan konsumsi sehari-hari. "Lumayan lah, bisa keluar meski sedikit. Tapi untuk lainnya memang ada penurunannya," katanya. (Vedyana)

Share this article
Pembatalan pemberangkatan ibadah haji tahun 2020 berdampak pada sejumlah toko oleh-oleh haji dan umrah di Kota Semarang, Jawa Tengah.