JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Tokopedia William Tanuwijaya menyurati para pengguna platform e-commerce besutannya.
Dalam salah satu bagian suratnya tersebut, William mengakui adanya pencurian data pengguna Tokopedia oleh pihak ketiga yang tidak berwenang sejak 2 Mei 2020. Namun demikian, William menjamin keamanan data pengguna terlindung dari praktik kejahatan siber tersebut.
"Tokopedia telah dipercaya oleh lebih dari 90 juta masyarakat Indonesia. Kepercayaan ini adalah sebuah amanah dan tanggung jawab yang selalu kami pegang teguh. Selama 11 tahun Tokopedia melayani masyarakat Indonesia, kami selalu memberi perhatian lebih kepada sistem keamanan kami. Kami terus membangun, mengembangkan, dan meningkatkan prosedur serta sistem antisipasi dan mitigasi kami, sesuai dengan standar terbaik dunia," tulisnya.
William juga menyampaikan langkah-langkah yang telah diambil Tokopedia hingga saat ini untuk mengatasi kejadian tersebut.
AYO BACA : KKI Gugat Tokopedia dan Menkominfo Soal Kebocoran Data Pelanggan
"Pertama, setelah mengetahui kejadian ini, kami langsung memberikan informasi kepada seluruh pengguna Tokopedia, memulai proses investigasi dan mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan akun dan transaksi tetap terjaga," papar William.
Menurut William, Tokopedia terus memastikan bahwa kata sandi telah dienkripsi dengan enkripsi satu arah.
"Kedua, kami telah berkomunikasi dan bekerja sama dengan pemerintah, antara lain Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara untuk melakukan investigasi atas kejadian ini sekaligus memastikan keamanan dan perlindungan atas data pribadi Anda," lanjutnya.
Selain melakukan investigasi internal dengan teliti, masih kata William, Tokopedia juga telah menunjuk institusi independen kelas dunia yang memiliki spesialisasi di bidang keamanan siber dalam membantu investigasi dan identifikasi langkah-langkah yang diperlukan guna lebih meningkatkan lagi perlindungan data para penggunanya.
AYO BACA : Komisi 1 DPR Minta Tokopedia Bertanggung Jawab
"Pengguna kami adalah prioritas utama. Maka dari itu, sebagai langkah pencegahan tambahan, kami senantiasa mengajak seluruh pengguna Tokopedia mengikuti anjuran langkah pengamanan agar semua tetap terlindungi," pinta kelahiran Kota Pematang Siantar, 11 November 1981 ini.
William pun berbagi tips agar data-data penggunanya tak bocor dan dicuri peretas.
Pengguna Tokopedia diimbau selalu mengganti kata sandi akun Tokopedia secara berkala. Terpenting pula tidak menggunakan kata sandi yang sama di berbagai platform digital.
"Menjaga OTP dengan tidak memberikan kode OTP tersebut kepada pihak manapun termasuk yang mengatasnamakan Tokopedia dan untuk alasan apapun," jelasnya.
Sekadar informasi, ini adalah penjelasan pertama William Tanuwijaya setelah kasus kebocoran 91 juta data pengguna oleh pereta yang menyebut dirinya ShinyHunter.
"Kami memahami bahwa kejadian ini telah menimbulkan ketidaknyamanan pada seluruh pengguna. Maka dari itu, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna Tokopedia atas dukungan Anda yang tiada henti kepada kami di tengah tantangan kali ini," tutup William.
AYO BACA : 91 Juta Akun Tokped Diobral Lewat Darkweb, Awas! Bisa Menjalar ke Akun Medsos

Share this article
William mengakui adanya pencurian data pengguna Tokopedia oleh pihak ketiga yang tidak berwenang sejak 2 Mei 2020.