JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Harga emas di pasar spot merosot 2,7% menjadi 1.486,82 dolar AS per ounce, pada Kamis (19/3/2020). Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup anjlok 3,1% menjadi 1.477,90 dolar AS per ounce.
AYO BACA : iPad Pro 2020 Meluncur Diam-diam, Ini Spesifikasi dan Harganya
"Emas terus menderita kepanikan risk-off di pasar, diperdagangkan kembali di bawah level 1.500 dolar AS karena S&P berjangka menyerahkan kenaikan yang didorong stimulus," kata Tai Wong, Kepala Perdagangan Logam Dasar dan Mulia BMO, seperti dikutip Reuters, Kamis (19/3/2020).
AYO BACA : Warga Jakarta Bisa Urus Perizinan #BisaDariRumah
"Likuiditas di sini, seperti di sebagian besar pasar, sangat terganggu dan kami memperkirakan volatilitas yang berkelanjutan, perubahan yang didorong oleh mood," tambahnya.
Indeks utama Wall Street merosot dan harga minyak melanjutkan kejatuhan karena selera investor terhadap aset berisiko melemah. Lebih lanjut faktor yang membebani emas, indeks dolar AS melonjak mendekati level tertinggi 3 tahun.
Virus corona sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 205.000 orang dan menewaskan lebih dari 8.200 di seluruh dunia, mendatangkan malapetaka di pasar keuangan ketika negara di seluruh dunia melakukan lockdown guna menahan penyebarannya.
AYO BACA : Terus Melemah, Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp16.000 Per Dolas AS
Share this article
Harga emas di pasar spot merosot 2,7% menjadi 1.486,82 dolar AS per ounce, pada Kamis (19/3/2020).