TEBET, AYOJAKARTA.COM - Harga logam mulia emas di dunia kini kian berkilau saat wabah corona menerjang masyarakat. Emas menjadi komoditas paling diminati, bahkan tahun ini mencapai titik harga terbaiknya setelah 2016. Para komunitas safe heaven saatnya berbahagia.
Tak hanya emas yang naik, harga perak juga naik 4,2%n ke posisi 24,34 dolar AS per ons, tentu saja untuk kenaikan bulanan sekitar 33 persen, terbesar sebagai rekor akan kembali seperti ke tahun 1982, didukung oleh investasi dan permintaan industri.
Mengutip CNBC, Selasa (3/8/2020) emas spot naik 0,58% ke posisi 1.970,81 dolar AS per ounce. Sementara emas berjangka AS menetap 1% lebih tinggi ke level 1.985,9 dolar AS, setelah sebelumnya menembus di atas 2.000 dolar AS untuk pertama kalinya dalam catatan.
Dolar berada di jalur untuk penurunan bulanan terbesar dalam hampir satu dekade. Data menunjukkan ekonomi AS mengalami pukulan terberat sejak Depresi Hebat di kuartal kedua akibat pandemi.
Sementara investor juga bersiap menghadapi situasi politik yang tidak pasti di negara itu.
Emas telah naik hampir 30% sepanjang tahun ini, didorong oleh suku bunga rendah secara global dan stimulus luas dari bank sentral menambah dukungan untuk logam yang dianggap sebagai tempat berlindung dari inflasi dan penurunan nilai mata uang.
Sementara itu, harga logam mulia yang lain platinum naik 0,4% diperdagangkan pada 916,3 dolar AS per ons, dan tampak membukukan kenaikan bulanan terbesar sejak Januari 2017.
Sedangkan paladium turun 0,04% diperdagangkan pada 2,134.10 dolar AS per ons, tetapi ditetapkan untuk kenaikan bulanan lebih dari 8% untuk pertama kali dalam 5 bulan terakhir.

Share this article
Mengutip CNBC, Selasa (3/8/2020) emas spot naik 0,58% ke posisi 1.970,81 dolar AS per ounce. Sementara emas berjangka AS menetap 1% lebih tinggi ke level 1.985,9 dolar AS, setelah sebelumnya menembus di atas 2.000 dolar AS untuk pertama kalinya dalam catatan.