AYOJAKARTA.COM-- Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui anak usahanya, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) berhasil menyelesaikan dua titik proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.
Adapun kedua titik tersebut ialah Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan yang diselesaikan 15 hari lebih awal dari jadwal dan FS 09 di Jambu Rias, Pahang yang juga mencatat percepatan signifikan dengan rampung satu bulan lebih cepat dari target.
Penyelesaian proyek yang lebih cepat dari target ini mendapat apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan.
Baca Juga: Dimakamkan Pagi Ini di TPU Tanah Kusir, Ini Momen Terakhir Vidi Aldiano Sebelum Meninggal Dunia
Head Project Management Office TNB, Tn Azreen Bin Othman mengapresiasi atas keberhasilan penyelesaian koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung hingga FS 01 dan FS 09 menjadi bagian krusial dalam sistem elektrifikasi ECRL.
"Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan," katanya dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu 8 Maret 2026.
Diketahui, ECRL merupakan proyek kereta listrik jalur ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan.
Proyek ini sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik untuk operasional penumpang dan kargo serta diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ per tahun saat mulai beroperasi pada 2027.
Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud konkret transformasi dan ekspansi global PLN.
"Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional," jelasnya.
Baca Juga: Tingkatkan Inklusi Keuangan, bank bjb Beri Edukasi bagi Nelayan di Cirebon
Dalam proyek ini, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).
Ada pun, PLN NP berperan dalam pengadaan peralatan utama, sementara PLN NPC berperan juga dalam pengadaan peralatan pendukung dan mengeksekusi pekerjaan konstruksi sekaligus pelaksanaan komisioning.
Secara teknis, PLN Group mengerjakan empat dari total 10 Feeder Station dalam proyek ECRL, yakni FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada Juni 2026.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menyampaikan bahwa penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti kapabilitas perusahaan dalam proyek strategis lintas negara.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, Djarot Hutabri menjelaskan bahwa PLN NPC telah memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang pembangkitan dan transmisi. Pengalaman tersebut menjadi fondasi dalam mengerjakan proyek elektrifikasi ECRL di Malaysia.
"Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis," pungkas Djarot.
Share this article
Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui anak usahanya, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) berhasil menyelesaikan dua titik proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL)