AYOJAKARTA.COM -- Keberhasilan dalam dunia bisnis sering kali berawal dari jeli melihat peluang dan keberanian untuk mengambil langkah pertama. Prinsip inilah yang mengantarkan Risya Naifah, seorang perempuan tangguh asal Kecamatan Merauke, Papua Selatan, menuju gerbang kesuksesan.
Siapa sangka, dari sebuah usaha kecil di bidang fashion, kini ia berhasil bertransformasi menjadi seorang pengusaha sukses yang mengelola minimarket sekaligus menjadi perpanjangan tangan perbankan melalui Agen BRILink.
Kisah Risya bukan sekadar tentang keuntungan finansial semata, melainkan tentang bagaimana sebuah inovasi layanan keuangan mampu menyentuh pelosok negeri dan mengubah nasib sebuah keluarga di ujung timur Indonesia.
Melalui kemitraan dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Risya membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk berkembang.
Perjalanan Risya dimulai sekitar tiga tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2023. Saat itu, ia masih berfokus menjalankan bisnis pakaian.
Namun, sebagai warga yang peka terhadap kondisi lingkungannya, Risya menyadari adanya kendala besar yang dihadapi oleh tetangga dan masyarakat di sekitarnya.
Wilayah pemukimannya masih memiliki akses terbatas ke kantor bank formal, sehingga warga harus menempuh jarak yang jauh hanya untuk sekadar mengirim uang atau mengambil tunai.
Melihat kesulitan tersebut, Risya merasa terpanggil untuk mencoba hal baru. Ia pun memutuskan untuk bergabung menjadi mitra Agen BRILink. Menurutnya, proses pendaftaran menjadi agen sangatlah praktis dan efisien.
"Mulanya saya mengelola bisnis di sektor fashion. Namun, saya akhirnya menjatuhkan pilihan untuk merintis usaha sebagai Agen BRILink. Proses pendaftarannya tergolong sangat cepat dan para petugas memberikan kemudahan bagi kami, asalkan seluruh persyaratan administratif telah terpenuhi," ungkap Risya dengan antusias.
"Begitu usaha ini berjalan, bahkan belum genap satu minggu, warga sekitar mulai menunjukkan ketertarikan dan berkunjung ke tempat saya untuk bertransaksi. Informasi ini menyebar dengan cepat melalui pembicaraan antartetangga serta rekomendasi dari warga yang sudah merasakan layanannya secara langsung," lanjutnya.
Kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan Risya tumbuh dengan sangat pesat. Volume transaksi yang awalnya hanya hitungan jari, perlahan merangkak naik hingga puluhan transaksi setiap harinya.
Peningkatan pendapatan dari komisi Agen BRILink ini menjadi motor penggerak bagi perbaikan ekonomi keluarganya.
Risya tidak berhenti di situ. Dengan visi bisnis yang cerdas, ia memanfaatkan arus kedatangan warga yang ingin bertransaksi perbankan untuk mengembangkan usahanya lebih jauh. Ia mendirikan sebuah kios yang kini telah berkembang menjadi minimarket di lokasi yang sama.
Strategi ini sangat efektif karena masyarakat yang datang untuk transfer atau tarik tunai, secara otomatis sering kali membeli kebutuhan pokok di minimarket miliknya.
Saat ini, tempat usahanya telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi lokal. Masyarakat tidak hanya datang untuk urusan perbankan, tetapi juga untuk belanja kebutuhan rumah tangga harian.
"Setiap hari saya melayani hingga puluhan transaksi, yang mayoritas adalah layanan transfer uang. Menariknya, banyak pelanggan yang datang untuk bertransaksi perbankan sekaligus mampir melihat-lihat isi minimarket dan akhirnya membeli barang kebutuhan sehari-hari. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini," tutur Risya penuh syukur.
Selama menjalankan peran sebagai Agen BRILink, Risya mengaku hampir tidak menemui kendala operasional yang berarti. Sistem yang andal dari BRI membuatnya bisa fokus melayani nasabah dengan maksimal.
Namun, kepuasan terbesar bagi Risya bukanlah hanya soal omzet, melainkan manfaat sosial yang ia berikan bagi lingkungannya.
Kini, warga Merauke di sekitarnya tidak perlu lagi membuang waktu dan ongkos perjalanan jauh ke pusat kota hanya untuk urusan perbankan.
Kehadiran Risya sebagai perpanjangan tangan BRI telah menciptakan efisiensi nyata bagi masyarakat di Papua Selatan. Kisah ini menjadi potret kecil dari keberhasilan inklusi keuangan di wilayah pelosok.
Kesuksesan Risya Naifah merupakan bagian dari strategi besar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam memperluas jangkauan layanan keuangan ke seluruh penjuru Nusantara.
BRI memahami bahwa untuk memperkuat ekonomi nasional, penguatan harus dimulai dari level mikro dan menjangkau daerah-daerah terpencil.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan dalam sebuah kesempatan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk terus memperlebar akses keuangan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga setempat.
Melalui model kemitraan ini, BRI ingin menciptakan dampak berganda (multiplier effect) bagi pelaku usaha kecil.
"Lewat kehadiran Agen BRILink, masyarakat tidak sekadar memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan harian, tetapi juga mendapatkan peluang emas untuk memperluas bisnis mereka. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkokoh ketahanan ekonomi di tingkat lokal," ujar Dhanny.
Data menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk menjadi bagian dari ekosistem Agen BRILink terus mengalami peningkatan tajam.
Hingga penghujung Desember 2025, tercatat jumlah Agen BRILink di seluruh Indonesia telah melampaui angka 1,19 juta agen. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 12,2% dibandingkan tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY).
Lebih hebatnya lagi, para agen ini telah tersebar di lebih dari 66 ribu desa, yang artinya layanan BRI telah berhasil menjangkau lebih dari 80% wilayah di seluruh Indonesia.
Keberadaan jutaan agen ini bukan sekadar angka di atas kertas, karena volume transaksi yang dihasilkan sangat fantastis, yakni menembus angka Rp1.746 triliun, atau tumbuh sebesar 9,9% YoY.

Share this article
Kisah Risya Naifah di Merauke sukses raih cuan melimpah jadi Agen BRILink. Dari bisnis fashion hingga punya minimarket sendiri.