AYOJAKARTA.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat merespons adanya dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.
Peristiwa ini menjadi sorotan lantaran baru terjadi beberapa hari setelah program MBG kembali berjalan pasca-libur sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan investigasi mendalam ke lapangan.
"Langsung kita atasi ya, kita investigasi ke sana. Dan nanti akan kita berikan tindakan ke sana," tegas Trenggono.

Kronologi
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, dugaan keracunan ini dialami oleh sejumlah siswa TK dan MI di wilayah Kecamatan Bangsalsari, Jember, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Banyak siswa dilaporkan tidak masuk sekolah pada hari berikutnya karena mengeluhkan sakit perut.
Tim Satgas MBG Jember bersama BPOM dan Dinas Kesehatan setempat langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangsono pada Kamis, 16 Juli 2026.

Hasilnya, ditemukan tiga persoalan krusial yang diduga menjadi pemicu:
- Batas Waktu Konsumsi Terlewati: Makanan diduga dikonsumsi melebihi jeda aman 4 jam. Beberapa siswa membawa pulang makanan tersebut, memanaskannya kembali, dan baru menyantapnya pada sore atau malam hari.
- Penyimpanan Bahan Baku: Petugas menemukan sebagian bahan makanan disimpan dalam kondisi terbuka, sehingga sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri.
- Masalah Perizinan: Terungkap bahwa izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik unit pelayanan tersebut belum terbit dan masih dalam proses pengurusan.
Meski temuan tersebut masih bersifat awal, pihak BGN berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini. Satgas MBG menekankan pentingnya edukasi kepada siswa dan orang tua agar makanan yang dibagikan segera dikonsumsi untuk menjaga standar higienitas.***
Share this article
dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.