AYOJAKARTA.COM -- Pihak manajemen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan tanggapan resmi terkait sorotan publik yang mengarah pada unggahan video viral di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan seorang siswa yang mendatangi Kantor Cabang BNI Lubuk Pakam dalam kondisi terbaring di atas tempat tidur pasien dari dalam mobil ambulans.
Sejak tahap awal komunikasi, staf dan petugas BNI telah menyampaikan informasi yang sangat jelas kepada pihak keluarga pasien.
Petugas menguraikan bahwa tenggat waktu proses aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP) masih terbuka panjang hingga penghujung tahun 2026.
Ketika pihak keluarga memilih untuk kembali mendatangi kantor cabang guna melanjutkan prosedur administrasi, pihak bank telah memberikan opsi penanganan.
Staf BNI menginformasikan bahwa siswa yang bersangkutan tidak perlu dipaksakan masuk ke dalam area gedung kantor cabang apabila kondisi fisiknya belum mendukung.
Merespons berbagai opini publik yang berkembang, manajemen BNI menggarisbawahi fakta bahwa kedatangan siswa dengan memboyong unit ambulans serta tempat tidur rumah sakit murni atas keputusan mandiri keluarga, bukan atas instruksi dari pihak bank.
Walaupun proses kedatangan tersebut terjadi di luar perkiraan dan instruksi operasional, para petugas BNI di lokasi tetap sigap mengambil tindakan empati.
Staf kebankan langsung memberikan pengawalan dan pendampingan ekstra hingga seluruh berkas kelengkapan administrasi terpenuhi, sehingga proses aktivasi rekening PIP milik siswa tersebut berhasil dituntaskan dengan lancar.
Peristiwa ini menjadi momentum bagi BNI untuk kembali mengedukasi masyarakat mengenai ketersediaan fasilitas dan mekanisme layanan khusus bagi para nasabah yang memiliki kendala kesehatan berat maupun kebutuhan khusus.
Masyarakat sebenarnya tidak perlu memaksakan hadir secara fisik ke kantor cabang jika sedang mengalami kondisi medis yang tidak memungkinkan.
Keluarga nasabah dapat menjalin komunikasi dan membuat kesepakatan janji temu terlebih dahulu dengan tim manajemen kantor cabang BNI terdekat.
Pihak nasabah dapat menjalin koordinasi serta menyusun janji pertemuan lebih awal bersama pihak kantor cabang, guna menyiapkan skema pelayanan yang relevan, termasuk opsi penerjunan petugas untuk menemui nasabah secara langsung dengan tetap memegang teguh asas aturan, standar keamanan, serta kebutuhan verifikasi data.
BNI menegaskan komitmennya untuk selalu mengedepankan asas pelayanan yang berkeadilan, aman, nyaman, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bagi masyarakat atau nasabah yang membutuhkan bantuan informasi lebih detail mengenai tata cara aktivasi rekening bantuan, layanan jemput bola bagi pasien sakit, atau program perbankan lainnya, BNI membuka saluran komunikasi resmi yang dapat diakses kapan saja melalui layanan BNI Call di nomor 1500046.
Share this article
BNI buka suara soal video viral siswa naik ambulans ke bank di Lubuk Pakam! BNI tegaskan tak pernah minta nasabah hadir. Cek faktanya!