Penghapusan Tagihan Kredit Macet UMKM, Ini Tanggapan Erick Thohir dan Bos BRI

Menteri BUMN Erick Thohir.
Menteri BUMN Erick Thohir.

AYOJAKARTA.COM — Sejak pengumuman wacana penghapusan tagihan kredit macet UMKM, telah terjadi berbagai perdebatan dan spekulasi mengenai konsekuensi serta implikasi dari kebijakan tersebut.

Dengan adanya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 terkait P2SK sebagai landasan hukum, pemerintah berupaya mencari solusi untuk memberikan bantuan kepada UMKM yang terdampak pandemi, sambil tetap memperhatikan keberlanjutan bisnis dan keadilan bagi seluruh nasabah.

Namun, seiring dengan upaya pemerintah untuk merumuskan aturan turunan terkait program ini, terdapat berbagai pandangan dan kekhawatiran dari berbagai pihak, terutama dari kalangan perbankan.

Direktur Utama Bank BRI, Sunarso, menyoroti beberapa aspek krusial terkait wacana ini, mengingat potensi dampaknya terhadap keseimbangan ekonomi dan keberlangsungan bisnis bank-bank plat merah.

Baca Juga: Strategi Pengajuan Pinjaman KUR untuk Debitur dengan Riwayat Kredit Macet, Apa Saja?

Pertama, tanggapan dari BUMN mengenai wacana hapus tagihan kredit macet UMKM.

Perlu diketahui, wacana ini didasari oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 terkait P2SK.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, program ini memerlukan aturan turunan yang dikeluarkan oleh bank-bank plat merah. Aturan ini akan menentukan indikator, kriteria debitur, teknis pelaksanaan, serta manajemen risiko dari program tersebut.  

Alasan Kementerian BUMN terus mendorong program ini adalah karena bank-bank plat merah berkontribusi cukup besar dalam pendanaan pelaku UMKM.

“Kalau yang besar-besar saja tidak direstrukturisasi kenapa yang kecil-kecil enggak, makanya kami mengambil peran signifikan di undang-undang ini,” ungkap Erick Thohir, dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR pada Selasa, 19 Maret 2024.

Baca Juga: Pernah Macet, Berapa Lama BI Checking Kol 5 Bersih Setelah Pelunasan Kredit? Kamu Bisa Ajukan Pinjaman Kembali Setelah Jangka Waktu Ini

Urgensinya adalah untuk memberikan keadilan kepada semua nasabah, terutama UMKM yang terdampak pandemi COVID-19.  

Kedua, tanggapan dari Direktur Utama BRI, Sunarso, mengenai wacana hapus tagihan kredit macet UMKM.

Menurutnya, aturan ini perlu diatur secara detail karena bank masih khawatir. Kredit macet UMKM merupakan aset bagi Bank BUMN dan dapat menjadi sumber pendapatan bagi negara jika dibayar oleh nasabah macet tersebut.  

"Kalau itu tidak clear dan masih jadi aset negara, ini kan bisa merugikan negara," ujar Sunarso dalam Raker dengan Komisi VI, Rabu, 20 Maret 2024.

Sunarso juga menjelaskan bahwa sejak wacana ini muncul, banyak UMKM yang meminta kreditnya dimacetkan, berharap bisa melakukan hapus buku.

Baca Juga: Mengenal BI Checking atau SLIK OJK untuk Cek Skor Kredit, Namanya Berbeda karena Hal Ini

"Kalau itu terjadi, Himbara bisa bubar dan enggak bisa setor dividen ke negara," tambahnya.

Namun, BRI sendiri sudah melakukan pencadangan biaya kredit macet senilai 32,7 triliun pada 2023.  

Intinya, Sunarso meminta agar wacana ini dipikirkan kembali dari segi bisnis berkelanjutan BUMN, bukan hanya dari segi keadilan bagi UMKM.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# kredit macet
# Erick Thohir
# UMKM

News Update

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.