AYOJAKARTA.COM - Saat menggunakan ponsel, tahukah kamu bahwa tubuh kita menyerap sejumlah radiasi elektromagnetik?
Radiasi ini, dikenal dengan istilah Specific Absorption Rate (SAR), diukur dalam satuan watt per kilogram (W/kg) dan menunjukkan seberapa banyak energi frekuensi radio yang diserap oleh tubuh manusia.
Kabar baiknya, ada cara mudah untuk mengecek tingkat radiasi ponsel kamu hanya dengan menggunakan kode sederhana.
SAR merupakan tolok ukur penting yang digunakan untuk menilai paparan dari perangkat seperti ponsel dan tablet.
Baca Juga: Perbedaan, Keunggulan, dan Kekurangan Jenis Kabel USB: Tipe-C, Tipe-B, dan Tipe-A
Meskipun sebagian besar pengguna jarang menyadari adanya radiasi ini, pemahaman mengenai SAR penting untuk menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang sering menggunakan perangkat telekomunikasi.
Lantas, bagaimana cara mengetahui berapa banyak radiasi yang diserap oleh tubuh dari ponsel?
Mengecek SAR dengan Kode Sederhana
Sebagian besar ponsel dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan pengguna memeriksa tingkat SAR perangkat mereka.
Caranya sangat sederhana, kamu hanya perlu menekan kode #07# pada dial ponsel.
Setelah itu, layar akan menampilkan angka SAR dari perangkat yang kamu miliki. Dengan cara ini, kamu dapat mengetahui seberapa besar radiasi elektromagnetik yang diserap tubuh saat menggunakan ponsel tersebut.
Namun, penting untuk memahami bahwa setiap negara memiliki batas aman SAR yang berbeda.
Di Indonesia, misalnya, Kominfo melalui Ditjen SDPPI menetapkan pengujian SAR sebagai syarat sertifikasi perangkat telekomunikasi. Standar ini bertujuan untuk melindungi pengguna dari dampak buruk radiasi yang berlebihan.
Batas Aman SAR dan Regulasi di Indonesia
Batas aman SAR yang ditetapkan oleh International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP) adalah 2,0 W/kg.
Sedangkan, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) menetapkan batas SAR yang lebih ketat, yakni 1,6 W/kg.
Di Indonesia, Ditjen SDPPI juga telah mewajibkan pengujian SAR pada perangkat telekomunikasi seperti ponsel dan tablet sebelum perangkat tersebut dipasarkan.
Tujuannya adalah memastikan bahwa perangkat yang digunakan di Indonesia aman bagi kesehatan pengguna.
Pengecekan SAR pada perangkat bertujuan untuk memastikan bahwa radiasi yang diserap tubuh tidak melebihi batas aman. Meskipun begitu, radiasi yang rendah sekalipun, jika terpapar secara terus-menerus, bisa memiliki dampak jangka panjang.
Dampak Kesehatan dari Radiasi Ponsel
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan radiasi dari ponsel, terutama dengan teknologi 4G, dapat memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf.
Joel M. Moskowitz, Ph.D, dalam penelitiannya pada 2013, menemukan bahwa paparan radiasi selama 30 menit dari ponsel 4G bisa berdampak pada aktivitas kerja otak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak hanya bagian otak di sisi telinga yang terkena, tetapi juga otak di sisi yang berlawanan ikut terpengaruh.
Selain itu, paparan radiasi 4G juga ditemukan berdampak negatif pada ibu hamil.
Sinyal frekuensi radio dari ponsel dapat mempengaruhi janin, terutama jika ponsel terlalu dekat dengan perut. Karena itu, menjaga jarak aman antara ponsel dan tubuh, terutama selama kehamilan, sangat dianjurkan.
Radiasi elektromagnetik dari ponsel telah dikaitkan dengan berbagai efek biologis.
Beberapa di antaranya termasuk gangguan pada sperma pria, penurunan kadar glukosa di otak, serta perubahan pada sistem kekebalan tubuh. Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa paparan radiasi dapat menyebabkan stres genetik dan merusak DNA.
Efek ini mungkin tidak langsung terlihat, tetapi paparan jangka panjang bisa berdampak pada kesehatan di kemudian hari.
Baca Juga: Kuota Cepat Habis? 6 Tips dan Trik untuk Menghemat Kuota Internet Kamu, Dijamin Nggak Boros!
Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi paparan radiasi adalah dengan menjaga jarak antara ponsel dan tubuh.
Semakin jauh jaraknya, semakin kecil radiasi yang diserap tubuh. Selain itu, hindari meletakkan ponsel terlalu dekat dengan kepala saat menelepon atau tidur.
Bagi mereka yang sering menggunakan ponsel untuk menelepon, pertimbangkan untuk menggunakan earphone atau speakerphone guna mengurangi kontak langsung dengan perangkat.
Hal ini sangat penting, terutama bagi pengguna yang menggunakan ponsel dalam jangka waktu lama.
Meskipun ponsel telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, penting untuk tetap waspada terhadap dampak radiasi yang mungkin ditimbulkan.
Mengecek SAR perangkat dan mengikuti batasan yang telah ditetapkan oleh otoritas kesehatan adalah langkah yang bijak untuk melindungi diri dari paparan berlebihan.
Dengan hanya menekan kode #07# pada ponsel, kamu dapat mengetahui tingkat radiasi yang diserap oleh tubuh. Pastikan untuk selalu memeriksa nilai SAR perangkat yang kamu dan menjaga jarak aman saat menggunakan ponsel.***

Share this article
Kabar baiknya, ada cara mudah untuk mengecek tingkat radiasi ponsel hanya dengan menggunakan kode sederhana.