AYOJAKARTA.COM -- Hasil pengecekan saldo bantuan BPNT senilai Rp600.000 melalui kartu KKS Bank BRI yang dilakukan pada pukul 05:20 pagi masih menunjukkan status kosong atau 'zonk' berdasarkan pemantauan terkini per tanggal 19 Februari 2025.
Kondisi ini berbeda dengan bank penyalur lainnya seperti Bank Mandiri, BSI, dan BNI yang sudah mulai menyalurkan bantuan secara bertahap kepada para penerima manfaat.
Untuk efisiensi waktu dan menghindari antrian di ATM, para penerima KKS Bank BRI sangat disarankan untuk memanfaatkan layanan mobile banking BRImo yang memungkinkan pengecekan saldo langsung melalui smartphone.
Baca Juga: Bank BRI dan BNI Mulai Salurkan PKH Capai Rp1,1 Juta, BPNT Rp600 Ribu di Tahap 1 2025
Melalui aplikasi ini, penerima bantuan dapat dengan mudah memantau masuknya saldo bantuan PKH maupun BPNT tanpa perlu mengunjungi ATM atau agen bank.
Pihak pengelola bantuan sosial menjanjikan akan memberikan update terbaru melalui kanal channel Youtube Diary Bansos (19/2/2025), jika terjadi perubahan status pencairan di siang hari, sore, atau malam hari untuk nasabah Bank BRI.
Sementara itu, untuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang disalurkan melalui kartu KKS, seluruh bank penyalur telah memulai proses pencairan secara bertahap.
Beberapa penerima bantuan di Bank BRI melaporkan telah menerima saldo Rp600.000 pada rentang tanggal 17-18 Februari 2025.
Baca Juga: Status Pencairan BPNT 19 Februari 2025, 2 dari 3 Kartu Mulai Masuk ke Rekening Penerima
Namun perlu diklarifikasi bahwa dana tersebut merupakan bantuan PKH tahap pertama yang diperuntukkan bagi penerima dengan kriteria khusus.
Yaitu memiliki tanggungan lansia satu orang, atau disabilitas berat satu orang, atau komponen gabungan berupa anak SD sederajat plus SMP sederajat masing-masing satu orang.
Dana tersebut bukan merupakan bantuan BPNT yang masih dalam proses pencairan.
Urutan pencairan bantuan dimulai dari Bank Mandiri sebagai bank penyalur pertama, kemudian diikuti BSI, BNI, dan terakhir Bank BRI.
Per tanggal pemantauan, masih banyak penerima bantuan dari Bank BNI dan BSI yang melaporkan masuknya saldo Rp600.000 ke rekening mereka, sementara nasabah Bank BRI masih menunggu giliran pencairan.
Kabar yang lebih menggembirakan datang untuk para penerima PKH dan BPNT yang proses pencairannya melalui PT Pos Indonesia.
Status SP2D (Surat Perintah Pemindahbukuan Dana) telah menunjukkan status 'SI' (Standing Instruction).
Yang mengindikasikan bahwa Kementerian Sosial telah secara resmi menerbitkan surat perintah pemindahan dana dari rekening pemberi bantuan ke rekening para penerima manfaat melalui PT Pos Indonesia.
Baca Juga: Bantuan Sosial Tahap 1 Tahun 2025 Kini Cair Rp600.000 untuk BPNT dan Nominal Bertambah untuk PKH
Setelah surat SI diterima oleh PT Pos Indonesia pusat, langkah selanjutnya adalah koordinasi intensif dengan seluruh kantor pos cabang di Indonesia yang memiliki layanan penyaluran bantuan sosial.
Koordinasi ini melibatkan pemerintah daerah setempat untuk menyusun jadwal pencairan yang efektif.
Setelah jadwal ditetapkan, penerima bantuan akan mendapatkan surat undangan yang dilengkapi barcode.
Penting untuk diperhatikan bahwa para penerima bantuan harus mencairkan dana sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditentukan.
Jika berhalangan hadir sesuai jadwal, penerima masih dapat mengambil bantuan di kantor pos cabang terdekat dalam rentang waktu 1-2 hari setelah jadwal yang ditentukan.
Namun, perlu diwaspadai bahwa pencairan melalui pos memiliki batas waktu tertentu, jika melewati batas waktu, bantuan akan dikembalikan ke kas negara.
Untuk penerima PKH plus BPNT yang mencairkan melalui pos, status di view DTKS sudah menunjukkan 'SI'.
Sementara untuk bantuan semata BPNT masih dalam status 'SPM' pada bagian keterangan nama pengurusnya.***

Share this article
Penerima bantuan dapat dengan mudah memantau masuknya saldo bantuan PKH maupun BPNT tanpa perlu mengunjungi ATM atau agen bank.