AYOJAKARTA.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) telah memastikan bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua akan dimulai pada Mei 2025.
Penyaluran ini dilakukan setelah proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) rampung, sebagaimana dijelaskan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI.
Dalam paparannya, Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan bahwa bansos tahap kedua akan disalurkan menggunakan data baru yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Juga: Waspada Tilang ETLE Berujung Blokir STNK, Ini Cara Membuka Blokir dan Daftar Daerah yang Melaksanakan Pemutihan Pajak Kendaraan Tahun 2025
Data DTSEN merupakan integrasi dari tiga sumber data utama, yaitu Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), Proyek Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Ketiga sumber data tersebut kemudian dipadankan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Data ini bertujuan agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran, sekaligus membangun basis data sosial ekonomi penduduk Indonesia yang dapat digunakan oleh seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” jelas Gus Ipul.
Penyaluran bantuan sosial tahap kedua telah melalui sejumlah tahapan penting, yang dimulai sejak Februari hingga April 2025. Tahapan tersebut meliputi:
- Persiapan Pra Penyaluran (Februari–April):
- Pengesahan data DTSEN
- Penyesuaian regulasi
- Verifikasi data
- Penetapan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
- Penetapan lembaga penyalur
- Pelaksanaan Penyaluran (Mei):
- Kick-off penyaluran bantuan sosial secara serentak
- Pendampingan dan monitoring penyaluran
- Pembentukan pusat pengaduan secara online dan offline
- Tindak Lanjut (Juni):
- Evaluasi dan rekonsiliasi data
- Penanganan pengaduan masyarakat
- Pengembalian sisa anggaran ke kas negara
Baca Juga: Mengenal Khasiat Bunga Telang untuk Kesehatan, Tumbuhan Alami yang Punya Banyak Manfaat
Walau begitu, Gus Ipul menyampaikan bahwa peralihan dari DTKS ke DTSEN menimbulkan risiko terjadinya dua jenis kesalahan data.
Adapun dua jenis kendala yang bisa terjadi yaitu exclusion error (orang yang layak tetapi tidak masuk data penerima) dan inclusion error (orang yang tidak layak tetapi masih menerima bantuan).
Untuk itu, dilakukan proses verifikasi dan validasi ulang untuk meminimalisir kesalahan.
Selain itu, risiko keterlambatan atau kegagalan penyaluran, serta potensi protes dari masyarakat, telah diantisipasi melalui pembentukan Satuan Tugas Penyaluran yang terdiri dari unsur Kemensos, Pemda, PT Pos, dan BPS.
Masyarakat juga bisa menyampaikan keluhan melalui call center 171 atau aplikasi Cek Bansos.
Lebih lanjut, Gus Ipul menyebutkan bahwa Kemensos kini juga sedang mematangkan data untuk penyaluran bansos triwulan ketiga.
Baca Juga: Penderita Diabetes Wajib Nyimak, Ini 5 Jenis Asupan Buah yang Bisa Bikin Kadar Gula Darah Melonjak!
Penentuan penerima akan dipastikan melalui pengecekan langsung (ground check), agar bantuan benar-benar diterima oleh rumah tangga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1 dan 2.
“Kalau tidak bisa disalurkan pada Mei, maka paling lambat Juni. Namun, besar kemungkinan penyaluran dimulai pada bulan Mei,” tegasnya pada, Selasa, 8 April 2025.
Dengan penggunaan data DTSEN, pemerintah berharap bansos dapat lebih adil dan tepat sasaran, serta mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.***

Share this article
Penyaluran bantuan sosial tahap kedua telah melalui sejumlah tahapan penting, yang dimulai sejak Februari hingga April 2025,DTSEN...