AYOJAKARTA.COM -- Setiap pagi, aroma manis dari bolu kukus dan lapis legit memenuhi rumah kecil di pinggiran Tasikmalaya.
Di sanalah Rika Muflihah, perempuan kelahiran 1990, menata adonan, mengatur pesanan, dan memastikan setiap kue keluar dari oven dalam bentuk terbaiknya.
Usahanya, Athiya Cake, sudah dikenal di sekitar daerahnya sebagai tempat kue rumahan yang enak, jujur, dan selalu hangat.
Namun yang tak banyak orang tahu, di balik dapur yang sederhana itu, Rika menjalankan bisnisnya dengan bantuan teknologi yang sangat ia andalkan, yakni aplikasi BRImo dari BRI.
“ATM terdekat jaraknya lumayan jauh dari rumah,” cerita Rika sambil tersenyum pada Senin, 21 April 2025.
“Tapi dengan BRImo, saya bisa transaksi kapan saja, bahkan sambil nunggu kue matang,” sambungnya.
Fitur QRIS di aplikasi itu jadi penyelamat. Sebagian besar pelanggan Rika sekarang lebih senang bayar pakai QR, dan ia pun tak perlu repot menyiapkan uang kembalian atau mengejar mesin EDC.
Suka sekali dengan fitur dwibahasa BRImo
Rika sudah terbiasa mencari tutorial usaha dan pemasaran digital lewat internet. Bagi pengusaha kue rumahan seperti dirinya, belajar secara otodidak adalah bagian dari perjalanan.
“Kadang saya lebih suka pakai Bahasa Inggris waktu cari tutorial. Di internet lebih banyak panduannya memakai istilah bahasa asing,” katanya sambil menyusun bolu kukus pesanannya.
Karena itulah, pembaruan BRImo yang menghadirkan pilihan Bahasa Inggris di antarmuka aplikasi menjadi kabar gembira baginya.
“Rasanya nyambung aja. Jadi gak bingung lagi pas ngulik fitur-fitur barunya,” ujar pemilik Athiya Cake itu.
Sejak dulu, Rika sudah mengandalkan BRImo untuk transaksi harian. Letak rumahnya yang cukup jauh dari ATM mendorongnya untuk beralih ke metode digital.
Kini, pembayaran dari pelanggan bisa langsung masuk lewat QRIS yang ditampilkan di aplikasi BRImo.
“Gak perlu repot cari uang kembalian atau ke ATM. Tinggal scan, beres,” jelasnya.
BRImo memang bukan sekadar aplikasi biasa. Di balik fitur-fitur canggihnya, BRI terus menunjukkan komitmen pada inklusivitas dan kemudahan akses.
Agustya Hendy Bernadi, Corporate Secretary BRI, menjelaskan bahwa fokus transformasi digital BRI tidak hanya pada pengembangan fitur, tetapi juga kenyamanan nasabah.
“Dengan diluncurkannya BRImo dalam dua pilihan bahasa, kami memiliki tujuan yang jelas untuk memastikan bahwa setiap nasabah dapat memanfaatkan seluruh layanan dengan tingkat kemudahan dan kenyamanan optimal,” ujar Hendy dalam keterangan resmi yang diterima ayojakarta.com, 20 April 2025.
Bagi Rika, pernyataan itu bukan sekadar retorika. Ia benar-benar merasakan manfaatnya dalam keseharian. Lewat BRImo, ia tidak hanya menerima pembayaran, tapi juga bisa melihat mutasi, mencatat pengeluaran usaha, hingga membuka rekening baru tanpa harus ke kantor cabang.
Di tengah dapur kecilnya yang sibuk, BRImo hadir sebagai asisten keuangan yang setia. Membantu Rika bertumbuh, satu kue dan satu transaksi digital dalam satu waktu.
Share this article
Kini, aplikasi andalan BRImo secara resmi hadir dengan dukungan dwibahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.