AYOJAKARTA.COM – Selain PIP, KJP dan bansos sejenisnya, varian bantuan sosial di bidang pendidikan yang tengah disiapkan pemerintah adalah Sekolah Rakyat.
Mengadaptasi istilah yang berlaku di era kolonial, program bansos Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan di masa depan.
Untuk memastikan program bansos di bidang pendidikan tersebut berjalan, pemerintah akan membuka sebanyak 53 titik Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah Indonesia.
Adapun kelompok masyarakat prioritas yang akan menjadi sasaran utama program bansos pendidikan Sekolah Rakyat adalah siswa putus sekolah.
Beberapa titik lokasi Sekolah Rakyat yang menjadi persebaran di tahap awal antara lain Temanggung, Manado, Makassar, Banyuwangi dan Yogyakarta.
Selain wilayah tersebut, persebaran lokasi Sekolah Rakyat juga akan mencakup daerah lain di Indonesia seperti Jayapura, Padang, Bandung, Palembang, Malang, serta Surabaya.
Pada tahap awal program Sekolah Rakyat yang mulai berlaku di tahun ajaran 2025/2026, pemerintah akan kembali melibatkan peran pendamping sosial atau petugas PKH.
Salah satu peran penting yang akan dilakukan oleh pendamping sosial atau petugas PKH di masing-masing wilayah Indonesia adalah melakukan sosialisasi ke masyarakat.
Melalui peran pendamping sosial atau petugas PKH yang sering bersentuhan langsung dengan akar rumput, ketersediaan program Sekolah Rakyat akan lebih mudah dipahami.
Guna mengoptimalkan program Sekolah Rakyat, para pendamping sosial di masing-masing wilayah akan kembali mengunjungi kelompok masyarakat penerima bansos.
Baca Juga: Fix Pakai Data DTSEN! Kemensos Umumkan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Mulai Mei 2025
Selain melakukan pendataan, pendamping sosial juga berperan menularkan perspektif kepada orang tua calon peserta didik terkait misi program Sekolah Rakyat.
Masing-masing peserta atau siswa di Sekolah Rakyat, selain tidak dipungut biaya juga akan memperoleh sejumlah kemudahan.
Adapun jenis kemudahan yang akan diperoleh para peserta didik di Sekolah Rakyat adalah dibebaskan dari biaya pendaftaran, keperluan selama sekolah, biaya hidup serta asrama.
Meski demikian, tidak setiap calon peserta didik Sekolah Rakyat dapat bergabung atau terdaftar tanpa adanya proses seleksi.
Calon peserta didik yang telah memenuhi kriteria dan lulus seleksi, akan memperoleh seluruh kemudahan pendidikan sampai waktu kelulusan tiba.
Mengingat siswa Sekolah Rakyat tidak seperti kebanyakan sekolah pada umumnya atau tinggal di lingkungan sekolah hingga kelulusan, peran orang tua juga diperlukan.
Selain bersedia memberikan doa dan restu kepada calon peserta didik, orang tua calon peserta program bansos pendidikan Sekolah Rakyat juga perlu memberikan motivasi.
Sehingga visi dan misi yang telah ditetapkan Presiden Prabowo melalui Kemensos terkait Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai perencanaan.***

Share this article
Selain PIP, KJP dan bansos sejenisnya, ada varian bantuan sosial di bidang pendidikan yang tengah disiapkan pemerintah.