AYOJAKARTA.COM - Penyidikan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah mengungkap jaringan bisnis yang luas.
Polisi kini sedang memetakan puluhan perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan Febrie Adriansyah dan orang kepercayaannya, Don Ritto.
Temuan ini menjadi sorotan karena melibatkan jejaring bisnis yang cukup rumit.
Salah satu perusahaan utama yang muncul dalam radar penyidikan adalah PT Hutama Indo Tara.
Perusahaan ini diduga kuat terhubung dengan keluarga Febrie. Anak pertamanya, Aga Adrian Haitara, tercatat pernah memiliki saham di perusahaan tersebut.
Profil kekayaan yang dianggap tidak wajar ini menjadi salah satu pintu masuk bagi pihak kepolisian untuk mendalami kasus ini lebih jauh.
Selain itu, nama PT Tribhakti Inspektama juga terseret dalam penyidikan. Perusahaan ini diduga terhubung dengan skandal pasokan batu bara.
PT Tribhakti Inspektama diketahui berperan sebagai surveyor pengadaan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya Unit 1-7 di Banten.
Menariknya, PT Hutama Indo Tara terhubung dengan PT Tribhakti melalui entitas lain, yaitu PT Parwita Permata Mulia.
Don Ritto disebut-sebut sebagai salah satu orang kepercayaan Febrie yang mengelola jejaring bisnis ini.
Berdasarkan data penyidikan, Don Ritto diduga terafiliasi dengan total 31 perusahaan.
Salah satu perusahaan yang mencolok adalah PT Clan Anak Lanang. Perusahaan ini memiliki kantor di Treasury Tower, Jakarta Selatan, yang berada di gedung yang sama dengan Haitara Group.
Penelusuran lebih lanjut juga mengungkap adanya kerja sama bisnis dengan pengusaha besar asal Kalimantan Selatan.
Kongsi bisnis Don Ritto terlihat di beberapa entitas besar. Misalnya, PT Hutama Indo Tara tercatat memiliki saham di PT Sebamban.
Don Ritto sendiri secara pribadi tercatat sebagai pemilik saham di PT Baramega Mining Resources.
Keduanya juga diketahui menjalin kerja sama di PT Indosentosa Agro Makmur.
Secara keseluruhan, polisi mendapati ada sekitar 20 perusahaan yang terkoneksi langsung dengan Febrie dan Don Ritto.
Selain Don Ritto, nama Nurman Herin juga muncul sebagai orang kepercayaan Febrie lainnya.
Perusahaan-perusahaan ini diduga juga terafiliasi dengan dua anak Febrie, yakni Aga Adrian Haitara dan Kheysan Farrandie.
Polisi terus mendalami aset-aset ini, termasuk temuan uang tunai senilai hampir Rp60 miliar di kafe de'CLAN Signature yang diklaim sebagai milik Don Ritto.***
Share this article
Polisi memetakan 20 perusahaan yang terhubung dengan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto, termasuk PT Hutama Indo Tara dan PT Tribhakti Inspektama dalam skandal pasokan batu bara.