AYOJAKARTA.COM– Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) resmi membuka pendaftaran Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2025.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh Indonesia.
Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem boarding school atau sekolah berasrama. Seluruh kebutuhan siswa mulai dari pendidikan, konsumsi tiga kali sehari, hingga fasilitas tempat tinggal ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Tujuan utama dari program ini adalah membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter kuat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga: ASN Full Senyum! Gaji ke-13 PNS dan PPPK Siap Cair Juni 2025, Cek Besaran Lengkapnya!
Prioritas untuk Penerima PKH dan BPNT
Kemensos menegaskan bahwa anak-anak dari keluarga penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) akan mendapat prioritas dalam seleksi.
Secara khusus, calon peserta didik yang terdaftar dalam Desil 1 dan Desil 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akan diutamakan.
Meski demikian, jika kuota belum terpenuhi, anak-anak dari kelompok desil berikutnya, seperti Desil 3, juga memiliki peluang untuk diterima di Sekolah Rakyat.
Syarat dan Cara Pendaftaran
Orang tua atau wali yang ingin mendaftarkan anaknya ke Sekolah Rakyat dapat langsung menghubungi pendamping sosial PKH di wilayah masing-masing.
Sasaran utama program ini adalah anak-anak usia SMP dan SMA, terutama yang mengalami kendala transportasi atau rawan terpapar pengaruh negatif lingkungan.
Asrama siswa laki-laki dan perempuan dipisahkan secara tegas dan diawasi selama 24 jam oleh pembimbing profesional, guna menjamin keamanan serta kenyamanan selama proses pendidikan.
Baca Juga: Sudah Tahu? Aturan Baru Bansos 2025: 5 Kategori KPM Ini Tak Lagi Dapat PKH dan BPNT Tahap Kedua
Kurikulum Unggulan dan Pendidikan Karakter
Sekolah Rakyat tidak hanya menyajikan pendidikan formal sesuai standar nasional, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, keterampilan masa depan, dan nilai-nilai keagamaan.
Kurikulumnya merupakan perpaduan antara standar nasional dan internasional, dan didesain dengan pendekatan berbasis komunitas.
Lulusan Sekolah Rakyat diharapkan memiliki kecerdasan intelektual tinggi, siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri, serta memiliki karakter yang kuat, nasionalis, dan religius.
Telah Hadir di 53 Daerah, Terbuka untuk Diperluas
Hingga saat ini, Sekolah Rakyat telah hadir di 53 wilayah di Indonesia. Lokasi-lokasi ini tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Pemerintah daerah yang belum memiliki fasilitas Sekolah Rakyat diberi kesempatan untuk mengusulkan wilayahnya sebagai lokasi baru, dengan syarat memenuhi kriteria dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Siap Berantas Kemiskinan! Prabowo Janji Bansos PKH dan BPNT Siap Cair Mei 2025
Akses Pendidikan Setara, Solusi Memutus Rantai Kemiskinan
Dengan sepenuhnya dibiayai oleh negara, Sekolah Rakyat menjadi solusi nyata untuk memberikan akses pendidikan yang setara dan berkelanjutan bagi keluarga miskin.
Program ini diharapkan mampu menjadi instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi, sekaligus mencetak pemimpin masa depan Indonesia yang berdaya saing global.***
Share this article
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) resmi membuka pendaftaran Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2025.