AYOJAKARTA.COM – Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2025 masih menjadi perhatian banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
Hingga hari ini, Sabtu, 31 Mei 2025, belum terdapat kepastian bahwa dana bantuan telah dicairkan secara luas ke rekening penerima.
Meskipun beredar tangkapan layar (screenshot) penarikan dana sebesar Rp600.000 di berbagai media sosial, belum ada konfirmasi resmi bahwa pencairan tersebut benar berasal dari bansos PKH atau BPNT.
Baca Juga: Ada Loker Baru! Perusaan Riset Ekonom Internasiolnal ERIA Buka Lowongan untuk Posisi Legal Assistant Penempatan di Jakarta Pusat
Beberapa pihak menduga bahwa nominal tersebut bisa saja berasal dari sumber dana lain yang tidak berkaitan dengan bansos.
Beredarnya Informasi di Media Sosial
Di beberapa grup media sosial, warga membagikan bukti penarikan uang dengan nominal yang disebutkan.
Namun, hingga saat ini belum ada informasi valid dari pendamping sosial maupun laporan resmi dari KPM bahwa bansos tersebut benar-benar sudah cair.
Kondisi ini menimbulkan banyak pertanyaan dan spekulasi di kalangan masyarakat.
Kemensos Sudah Umumkan Penyaluran, Tapi Belum Ada Tanda Cair
Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu Mafia Tanah! Begini Cara Cek Keaslian Sertifikat Tanah Secara Online, Bisa Lakukan 2 Langkah Ini
Melalui akun resmi Kementerian Sosial, telah diumumkan bahwa penyaluran bansos tahap dua untuk periode April hingga Juni 2025 dimulai pada 28 Mei 2025.
Namun, pengecekan melalui platform SIKS-NG, baik oleh pendamping, operator desa, maupun supervisor Dinas Sosial belum menunjukkan adanya status Standing Instruction (SI) atau petunjuk pencairan dari SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana).
Pada menu view DTKS yang biasanya digunakan untuk mengecek perkembangan penyaluran, belum ada data terbaru yang menunjukkan bahwa dana sudah disalurkan ke penerima.
Hal ini berlaku baik bagi penyaluran melalui PT Pos Indonesia maupun bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
Baca Juga: Gagal SNBT 2025? Tetap Wajib Download Sertifikat UTBK, Ini Alasan dan Cara Mengunduhnya
Apa Itu SP2D dan Mengapa Penting?
SP2D adalah dokumen yang dikeluarkan sebagai instruksi pencairan dana kepada bank penyalur.
Jika pada sistem 6NG status SP2D masih menunjukkan strip atau kosong, maka artinya dana belum siap untuk dicairkan.
Barulah ketika status SP2D berubah menjadi “SI” (Standing Instruction), maka pencairan ke rekening KPM dapat segera dilakukan.
Waspadai Risiko Mengecek ATM Terlalu Sering
KPM diimbau untuk tidak terlalu sering mengecek saldo KKS di ATM atau agen bank.
Selain berisiko merusak kartu akibat terlalu sering digunakan, hal ini juga bisa membuat pengguna kecewa karena belum ada pencairan.
Sebaiknya, tunggu informasi resmi dari pendamping PKH atau cek berkala status SP2D melalui sistem yang tersedia.
Baca Juga: 100 Hari Kerja: Pramono Anung akan Selesaikan Proyek Pemasangan 100 CCTV di Sejumlah Pemukiman, Cek Daerah Mana Saja!
Prediksi dan Harapan Pencairan Jelang Idul Adha
Karena Iduladha diperkirakan jatuh pada awal Juni, banyak KPM berharap pencairan bansos dilakukan sebelum hari raya kurban tersebut.
Meski demikian, jadwal pencairan tetap berada di tangan Kementerian Sosial dan pihak penyalur, sehingga masyarakat diminta bersabar dan tetap berpikiran positif.
Meskipun sudah ada pengumuman penyaluran dari Kemensos, hingga 30 Mei 2025 belum ada tanda kuat bahwa bansos PKH dan BPNT tahap dua telah diterima oleh KPM secara luas.
Status SP2D masih belum menunjukkan “SI” di berbagai akun pemantauan, baik di wilayah desa maupun kota.***
Share this article
Hingga hari ini, Sabtu, 31 Mei 2025, belum terdapat kepastian bahwa dana bantuan telah dicairkan secara luas ke rekening penerima.