KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Pasca 24 bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bogor pada Minggu 7 November 2021 kemarin. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyambangi sejumlah titik lokasi bencana, untuk mengetahui kondisi terkini masyarakat di sekitar lokasi kejadian pasca bencana.
Setidaknya ada dua lokasi bencana yang disambangi Bima Arya pada Senin 8 November 2021 siang tadi. Dua lokasi tersebut yakni Kampung Keramat, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah. Dan ruko pertokoan di kawasan Pasar Jambu Dua, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor.
Dalam kunjungannya ke Kampung Keramat, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Bima Arya meminta agar pemerintah wilayah segera mencarikan tempat tinggal permanen untuk korban longsor. Sebab kondisi kediaman korban saat ini sudah tidak mungkin lagi untuk bisa ditinggali.
"Di sini ada dua korban luka ringan. Tadi saya minta untuk diperiksa ke RSUD Kota Bogor khawatir ada luka dalam. Saya juga sudah minta ke kelurahan untuk mencarikan tempat tinggal permanen untuk korban, karena rumahnya sudah tidak bisa lagi ditinggali," katanya Senin 8 November 2021.
Bima Arya juga meminta kepada masyarakat agar tetap waspada. Khususnya mereka yang tinggal di lokasi-lokasi yang memang masuk dalam kategori zona merah rawan bencana. Mengingat saat ini curah hujan di Kota Bogor sedang tinggi.
"Saat ini Kota Bogor sedang fase siaga bencana. Jadi saya minta warga yang berada di lokasi zona merah rawan bencana agar berhati-hati saat terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi," pesannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Sholeh dan Umsiah sepasang suami istri di Kampung Keramat RT 05/01, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, hampir meregang nyawa lantaran tertimpa rumah kontrakan yang mereka diami.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 7 November 2021 sekitar pukul 15.30 WIB. Kala itu hujan deras yang mengguyur Kampung Keramat membuat tebingan tanah yang berada di atas rumah keduanya mengalami longsor.
Berdasarkan pengakuan Muhammad Sholeh, kala itu ia bersama sang istri tengah asik beristirahat di dalam kamar. Namun tiba-tiba, tebingan tanah setinggi kurang lebih 20 meter itu amblas dan menimpa kediaman keduanya.
"Waktu itu posisinya saya dan istri sedang tidur, tapi tiba-tiba tanah yang di atas rumah amblas dan menimpa rumah," katanya saat ditemui
ayobogor.com-jejaring Ayojakarta di lokasi kejadian, Minggu 7 November 2021.
Sebelum amblas, ia bersama sang istri sempat mendengar suara retakan yang membuat keduanya terbangun. Curiga dengan apa yang terjadi keduanya langsung bergegas bangun melarikan diri.
Namun sayang, saat hendak beranjak pergi tiba-tiba longsoran tanah amblas membuat dinding rumah keduanya roboh. Beruntung Muhammad Sholeh langsung sigap menyelamatkan sang istri agar tak tertimpa reruntuhan.
"Saya langsung dorong istri saya keluar rumah agar tidak tertimpa reruntuhan. Alhamdulillahnya kami berdua masih selamat," ujarnya.
Meski keduanya selamat, namun Muhammad Sholeh beserta sang istri Umsiah mengalami luka ringan akibat goresan dari material longsor. Saat ini keduanya sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
"Istri saya cuma luka-luka lecet saja, dan agak sedikit terkilir. Tapi punggung saya tertimpa tembok dan agak sedikit sakit," ujar dia.
Share this article
Bima Arya juga meminta kepada masyarakat agar tetap waspada. Khususnya mereka yang tinggal di lokasi-lokasi yang masuk zona merah.