KOTA BOGOR, AYOJAKARTA- Kasus penahanan ijazah yang dilakukan oleh sejumlah oknum sekolah kini tengah menjadi sorotan jajaran DPRD Kota Bogor.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Said Muhamad Mohan mengatakan, penahanan ijazah yang dilakukan oleh oknum sekolah dilakukan lantaran kebanyakan orang tua siswa tidak mampu melunasi biaya sekolah anaknya.
Alhasil, oknum pihak sekolah melakukan penahanan terhadap ijazah siswa, dengan dalih agar orangtua siswa sesegera mungkin melakukan pelunasan biaya pendidikan.
"Kejadian kami temukan saat melakukan reses di sejumlah wilayah. Dan aduan soal ini cukup banyak kami dapatkan dari masyarakat," katanya, Kamis 16 September 2021.
DPRD Kota Bogor melalui Komisi IV terus mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar mengalokasikan anggaran untuk membantu warga tidak mampu yang terkendala masalah tertahan ijazah oleh sekolah.
Komisi IV pun saat ini tengah mengusulkan hal itu dan mencari solusi yang dialami masyarakat, yang kemudian sulit mencari pekerjaan lantaran tertahan dokumen ijazah di sekolah. Terkendala tunggakan biaya pendidikan.
"Karena ada keterbatasan anggaran di Pemkot Bogor, kami juga sedang mengkomunikasikan dengan Disdik Provinsi Jawa Barat. Kami akan bangun komunikasi dengan Disdik Provinsi, bahwa untuk sekolah SMA/SMK sederajat, supaya hadir menyelesaikan kasus serupa. Apalagi SMA sederajat kewenangan Provinsi Jawa Barat," ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri menegaskan bahwa Pemrov Jawa Barat pun semestinya menyiapkan alokasi anggaran untuk kasus warga yang ijazahnya tertahan sekolah karena tunggakan biaya pendidikan.
Apalagi banyak kasus terjadi pada siswa tingkat SMA/SMK, yang merupakan kewenangan dari Pemprov Jawa Barat melalui KCD.
"Kami meminta agar Pemprov Jabar juga menyiapkan alokasi seperti Kota Bogor karena kewenangan SMA ada di provinsi. Apalagi kasus penahanan ijazah juga banyak terjadi di tingkatan SMA sederajat," kata dia.
Share this article
penahanan ijazah yang dilakukan oleh oknum sekolah dilakukan lantaran kebanyakan orang tua siswa tidak mampu melunasi biaya sekolah anaknya.