KOTA BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim mengatakan sudah menutup Toko Mitra 10 pasca ditemukan 3 kasus positif Covid-19 pada karyawannya. Sebanyak 73 dari total 252 karyawan di toko tersebut menjalani swab test atau tes usap kemarin, Kamis (18/6/2020).
Dedie mengatakan, Mitra 10 kini telah ditutup selama 14 hari kedepan sejak Rabu (17/6/2020). Ia mengatakan, manajemen toko tersebut bersikap kooperatif dalam memerangi penyebaran Covid-19.
"Kami sudah berkoordinasi dengan manajemen Mitra 10, dan manajemen bersikap kooperatif," kata Dedie di Kota Bogor, Jumat (19/6/2020).
Menurut Dedie, pihaknya melakukan koordinasi dengan manajemen toko swalayan Mitra 10 untuk pendataan karyawan guna mendata siapa saja karyawan yang berinteraksi langsung dengan tiga karyawan yang telah ditetapkan positif Covid-19. Pihaknya juga berkoordinasi untuk melakukan penyemprotan disinfektan dan meminta manajemen menutup sementara operasional toko.
AYO BACA : Pengunjung Mitra 10 Bogor Diminta Periksa dan Isolasi Mandiri
Dari hasil koordinasi tersebut, menurut Dedie, diketahui karyawan dan manajemen toko swalayan Mitra 10 ada 252 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 74 orang pernah berinteraksi langsung dengan tiga karyawan yang dinyatakan positif Covid-19 sehingga ditetapkan menjadi ODP.
Namun, dari 74 orang karyawan berstatus ODP itu, satu orang tidak hadir menjalani tes swab pada Kamis. Karyawan yang berstatus ODP itu juga diminta melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.
Sedangkan, penyemprotan disinfektan sudah dilakukan, setelah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengunjungi lokasi toko swalayan bahan bangunan Mitra 10 di Jalan Raya Sholeh Iskandar, Kota Bogor, pada Rabu sore.
Sebelumnya, tiga karyawan yang berstatus positif Covid-19 itu diketahui menjalani rapid test mandiri pada 3 Juni lalu. Dari rapid test, hasilnya reaktif. Kemudian dilanjutkan dengan tes swab dan hasilnya positif.
AYO BACA : Tiga Karyawan Toko Bangunan Mitra 10 Kota Bogor Positif Covid-19

Share this article
dari 74 orang karyawan berstatus ODP itu, satu orang tidak hadir menjalani tes swab pada Kamis. Karyawan yang berstatus ODP itu juga diminta melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.