DEPOK, AYOJAKARTA - Hujan yang disertai kilat atau petir dan angin kencang yang melanda Kota Depok pada Selasa, (21/9/2021) menyebabkan toko buku di wilayah Cilodong rusak.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @infodepok_id terlihat sejumlah kayu di toko di kawasan Villa Pertiwi, Cilodong itu berjatuhan dan buku-buku di sana bertebaran dengan berantakan l.
"Salah satu toko buku di Villa Pertiwi Cilodong dampak dari hujan disertai angin sore tadi (kemarin). Beberapa rak toko mengalami kerusakan hingga buku yang dipajang," tulis keterangan video @infodepok_id, dikutip Ayojakarta pada Rabu, (22/9/2021).
Seorang perekam video tersebut yang diduga karyawan toko buku Villa Pertiwi terkejut atau shock memperlihatkan kondisi pascaterjangan angin kencang sore kemarin.
"Ya Allah bukunya pada rusak," ucap suara si perekam dalam video.
Salah satu warganet yang mengomentari unggahan tersebut mengatakan, kerusakan tak hanya terjadi di dalam toko. Namun, kondisi di luar toko buku itu dinilai lebih parah.
"Ini baru sebagian kerusakan di vilper, di luar lebih parah. Developer gamau tau urusan kayak gini. Jalanan penuh pohon tumbang dan jaringan kabel putus hampir di setiap jalan vilper," komentar akun @joejojoshua.
"Ini depan komplek min, apalagi yang di dalam vila pertiwinya. Sudah aur-auran terpal asbes berterbangan, genteng berterbangan," ucap akun @Nadia_cassandra24.
Ada pula orang tua yang bersedih akibat kejadian ini karena toko tersebut menjadi salah tempat favorit bersama anaknya, pun salah seorang mengaku sedih karena toko tersebut merupakan tempat kerjanya.
"Ya Allah ini tempat jajan buku saya, karena membantu banget anak - anak belajar saya orang tuanya. Semoga Allah memberikan gantinya yang lebih baik," ujar akun @itsmekomala.
"Tempat saya bekerja ini. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa sedang dalam perbaikan. Semoga Allah selalu melindungi kita semua," kata @ullansuprihatin.
Mengomentari fenomena tersebut, Forecaster on Duty BMKG Bogor, Retno Kartika mengungkapkan, hujan es yang terjadi di Bogor dan Depok merupakan imbas musim peralihan atau pancaroba.
"Memang lebih sering terjadi pada masa peralihan akibat dari adanya awan CB atau cumulunimbus yang mempunyai suhu puncak awan yang sangat dingin. Puncak awannya bisa sampai -60 derajat Celsius ke bawah," jelasnya, dikutip Ayojakarta dari akun Instagram @kameraperistiwa.
Sebelumnya, BMKG juga sempat mengimbau kepada warga untuk waspada cuaca ekstrem seperti hujan es, hujan lebat dengan periode singkat dan angin puting beliung pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan
Share this article
BMKG Ungkap Sebab Hujan Angin di DepoK Hingga Sebabkan Kerusakan Toko buku di cilodong pada selasa 21 september 2021