DEPOK, AYOJAKARTA -- Lingkungan kampus Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, yang biasanya ramai dengan aktifitas mahasiswa sudah satu tahun terakhir sepi sunyi. Gedung-gedung jurusan ditutup untuk beberapa saat. Kalaupun ada yang dibuka, kegiatan dibatasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Dunia kampus rasanya kehilangan euforia. Banyak hal yang terlewatkan dari dunia pendidikan di perguruan tinggi. Tak hanya soal perkuliahan yang berlangsung secara daring. Pembentukan nilai dan karakter bagi para mahasiswa harus disiasati agar tak terlewat begitu saja.
Politeknik Negeri Jakarta memaksimalkan media daring sebagai sarana untuk penanaman nilai-nilai itu. Pembuatan situs, platform online hingga banner yang terpampang di lingkungan kampus diharapkan dapat menyadarkan mahasiswa mengenai pentingnya nilai integritas dalam diri.
Sulit tetapi bukan tak mungkin. Tantangan untuk mensosialisasikan nilai-nilai integritas ini juga diungkapkan oleh Koordinator Penguatan Sistem Pengawasa PNJ, Hayati Fatimah, SE. MAk. Ak. CA.
“Saat pandemi ini, mau gak mau, ada kendala pencapaian target dari yang kami inginkan. Sosialisasinya juga sangat terbatas karena gak bisa offline. Memang optimal, belum, tapi ada peningkatan dari sebelumnya. Jadi kami memaksimalkan lewat website atau flyer serta pemasangan banner di tempat strategis di lingkungan kampus PNJ,” ujar Hayati (3 Juli 2021).
Meski dirasa belum optimal, Hayati mengungkapkan lewat sosialisasi via media daring memberikan dampak terhadap peningkatan perubahan tata nilai dari sebelumnya. Sama halnya dengan Ketua Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Dra. Wiwi Prastiwinarti, M.M yang mensosialisasikan nilai-nilai integritas yang dikemas dalam bentuk video inspiratif.
Video singkat bertajuk ‘Jujur Itu Mahal’ dan ‘Integritas Dimulai Dari Diri Sendiri’ yang baru dirilis di kanal Youtube Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan Politeknik Negeri Jakarta, 3 Juli 2021, menjadi salah satu upaya menanamkan nilai integritas walaupun dibatasi oleh ruang.
Dalam video itu digambarkan bahwa integritas dapat dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur saat ujian, tertib dengan peraturan dan berani menolak gratifikasi.
Menurut dia, integritas sangat penting untuk generasi muda penerus bangsa. Mereka itu, lanjut Wiwi, memiliki potensi emas yang perlu dibina agar kelak menjadi menjadi pemimpin unggul. “Mahasiswa perlu didorong tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta profesional dalam berkarier, tetapi juga memiliki karakter yang kuat terutama kejujuran dan integritas.”
Upaya menanamkan nilai-nilai tersebut juga termasuk bukti nyata dari PNJ sebagai Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (sekarang Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi/Kemendikbud Ristek) pada 2018.
Sosialisasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat di lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi realisasi atas piagam yang diberikan kepada Politeknik Negeri Jakarta dan tidak hanya sekadar dokumentasi. Sasarannya tentu mengarah pada manajemen perubahan yang mengacu pada pola pikir, budaya kerja, hingga sistem kerja.
Meski tak bertatap muka langsung, Wiwi memandang perubahan positif sudah dapat dirasakan. Salah satunya dengan bercermin pada nilai-nilai seperti kejujuran.
“Integritas di lingkungan kampus diterapkan melalui kampanye ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS) bersih. Setiap memasuki masa ujian, dibuat poster digital dan video yang berisi kampanye UTS atau UAS bersih serta kutipan-kutipan yang membangun integritas diri,” ungkap Wiwi.
Pandemi Covid-19 memang tidak boleh membuat semua kegiatan terhenti. Penanaman nilai integritas harus dilakukan dengan memanfaatkan platform atau media. Harapannya, mahasiswa dan warga kampus dapat menyerap dan menanamkan nilai-nilai tersebut, mulai dari diri sendiri. (Adhita Diansyavira)
Share this article
Lewat Media Daring, Politeknik Negeri Jakarta Tanamkan Integritas Saat Pandemi