AYOJAKARTA.COM -- Memasuki minggu kedua bulan Mei 2025, publik kembali menantikan kabar terbaru seputar penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Beberapa di antaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta program-program baru yang menyasar kelompok rentan.
Proses pencairan bantuan tahun ini mengalami sejumlah penyesuaian, terutama terkait peralihan data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke basis data baru bernama Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Mei 2025, Bansos PKH Plus dan BLT Rp1,5 Juta Mulai Dicairkan: Ini Daftar Penerimanya!
Sistem DTSEN ini menjadi fondasi tunggal yang digunakan pemerintah dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima berbagai bantuan sosial ke depan.
Berikut adalah enam poin penting terkait perkembangan bansos nasional yang dihimpun hingga pertengahan Mei 2025:
1. PKH dan BPNT Tahap Kedua Masih Menunggu Proses Verifikasi DTSEN
Masyarakat diminta untuk bersabar menunggu pencairan PKH dan BPNT tahap kedua. Proses validasi data melalui DTSEN masih berlangsung di lapangan.
Pemerintah memastikan, pemberitahuan akan disampaikan melalui jalur resmi, seperti aparat desa, pendamping sosial, agen bank, atau sesama KPM (Keluarga Penerima Manfaat).
Penyaluran akan tetap dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia maupun bank-bank penyalur.
2. KPM Wajib Tahu: Data DTSEN Gabungkan Tiga Sumber Data Nasional
DTSEN menyatukan tiga sumber data utama: Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi), DTKS, dan P3KE (Peta Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem).
Melalui proses verifikasi dan validasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), hanya masyarakat yang benar-benar memenuhi syaratlah yang ditetapkan sebagai penerima manfaat bansos.
Program-program yang akan menggunakan data DTSEN antara lain:
- PKH
- BPNT
- KIS PBI
- BLT Dana Desa
- Bantuan Atensi dari Kemensos
- Bantuan beras 10 kg
3. Prioritas Bansos: Keluarga Desil 1 dan 2
Pemerintah menetapkan dua kategori keluarga sebagai prioritas penerima bansos, yakni:
- Desil 1: 10 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan ekonomi paling rendah
- Desil 2: 11–20 persen lapisan ekonomi terbawah
Baca Juga: Bansos PKH, BPNT, dan KJP Plus Cair: Ada yang Cair Dobel dan Tambahan Rp2,7 Juta, Cek Penjelasannya
Meski begitu, keluarga dari desil 3 dan 4 tetap berpeluang menerima bantuan bila kuota masih tersedia.
Selain itu, KPM yang telah menerima bansos selama 5 tahun berturut-turut akan dievaluasi melalui survei lapangan untuk menentukan kelayakan lanjutan.
4. PIP 2025: Kuota Naik, 20,4 Juta Siswa Dapat Bantuan Pendidikan
Program Indonesia Pintar (PIP) kembali dijalankan tahun ini dengan kuota yang meningkat signifikan dari 18,6 juta menjadi 20,4 juta siswa.
Bantuan ini menyasar pelajar dari keluarga prasejahtera dan disalurkan bertahap selama tahun ajaran 2025.
Besaran bantuan PIP:
- SD: hingga Rp450.000
- SMP: hingga Rp750.000
- SMA/SMK: hingga Rp1,8 juta
5. BLT Dana Desa Cair Bertahap, Ada yang Terima Rp900.000 Sekaligus
Beberapa desa mulai menyalurkan BLT Dana Desa untuk periode Januari–Maret yang dicairkan sekaligus pada April–Mei.
Baca Juga: PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2025: Simak Update Status Bansos di SIKS-NG dan Isu Pencoretan KPM Lama
Jumlah yang diterima bervariasi, tergantung kebijakan masing-masing daerah, dengan nominal mencapai Rp900.000 untuk tiga bulan.
6. Sekolah Rakyat Gratis Mulai Juli 2025, Sasar Keluarga Desil 1 dan 2
Program terbaru dari pemerintahan Prabowo–Gibran, yakni Sekolah Rakyat Gratis, mulai diluncurkan pada tahun ajaran baru Juli 2025.
Program ini menyasar siswa dari keluarga Desil 1 dan 2, dengan seluruh biaya pendidikan, makan, dan transportasi ditanggung oleh negara.***

Share this article
Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta program bansos diketahui menyasar kelompok rentan.