AYOJAKARTA.COM -- Setiap pagi di Tasikmalaya, aroma bolu kukus dan lapis legit menguar dari dapur rumah Rika Muflihah.
Perempuan kelahiran 1990 ini sedang sibuk menyiapkan pesanan kue rumahan dari pelanggan tetap Athiya Cake, usaha kecil yang ia bangun perlahan dari rumah.
Di sela kegiatannya di dapur, ada satu hal yang tak pernah jauh dari genggamannya: ponsel dengan aplikasi BRImo terbuka di layar.
“Kalau urusan transaksi, saya sekarang serahkan ke BRImo semua,” kata Rika sambil menuang adonan.
Letak rumahnya yang cukup jauh dari ATM membuatnya terbiasa mengandalkan BRImo untuk menerima pembayaran, terutama lewat QRIS.
“Kadang-kadang saya sambil nunggu oven, bisa sekalian pantau mutasi masuk. Gak perlu keluar rumah,” tambahnya.
Sisi yang tak kalah menarik, Rika lebih suka menggunakan antarmuka BRImo dalam Bahasa Inggris.
Bukan karena gaya-gayaan, tapi karena kebutuhan.
“Saya sering belajar dari internet, cari tutorial bisnis atau keuangan gitu. Biasanya yang lengkap justru yang pakai Bahasa Inggris. Jadi udah terbiasa juga kalau aplikasinya pakai English,” ungkapnya.
Di sisi lain Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Bandung, cerita lain hadir dari Amalia Nurhidayah.
Ibu muda kelahiran 1994 ini juga setia menggunakan BRImo, tapi dengan cara yang berbeda.
“Saya paling sering pakai buat isi saldo dompet digital, soalnya hampir semua belanja sekarang via online shop,” ucapnya.
Bagi Amalia, BRImo dalam Bahasa Indonesia adalah pilihan terbaik.
“Kalau pakai Bahasa Indonesia, semuanya lebih jelas. Gak usah mikir lama-lama, langsung ngerti,” tuturnya.
Sebagai ibu dengan balita yang aktif, waktu adalah hal paling berharga. BRImo membantunya top up, bayar tagihan, atau transfer antarbank hanya dalam beberapa detik, bahkan sambil menjaga anak.
Meskipun latar belakang, kebutuhan, dan preferensi bahasa mereka berbeda, baik Rika maupun Amalia merasakan manfaat nyata dari aplikasi yang sama.
BRImo kini hadir dalam dua bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) menjadi fitur yang dirancang dengan semangat inklusivitas dan kenyamanan pengguna.
Agustya Hendy Bernadi, Corporate Secretary BRI, menegaskan bahwa inovasi ini bukan hanya kosmetik digital, tapi bagian dari komitmen jangka panjang BRI dalam transformasi perbankan digital.
“Dengan diluncurkannya BRImo dalam dua pilihan bahasa, kami memiliki tujuan yang jelas untuk memastikan bahwa setiap nasabah, tanpa terkecuali, dapat memanfaatkan seluruh fitur dan layanan dengan tingkat kemudahan dan kenyamanan yang optimal,” ungkap Hendy dalam keterangan resmi yang diterima ayojakarta.com, 21 April 2025.
Lebih dari sekadar layanan finansial, BRImo menjadi penghubung antara mimpi dan kenyataan. Rika, dengan bisnis rumahan yang terus tumbuh, dan Amalia, ibu muda yang ingin semuanya praktis dan efisien, sama-sama merasa terbantu.
Teknologi yang fleksibel dan ramah pengguna seperti BRImo bukan hanya alat, tapi partner dalam kehidupan sehari-hari.
Di tangan perempuan seperti mereka, aplikasi ini bukan sekadar sarana transaksi, tapi bagian dari perjalanan hidup. Perjalanan menjaga dapur tetap hangat, keluarga tetap terurus, dan mimpi-mimpi sederhana tetap berlanjut.

Share this article
Rika Muflihah dan Amalia Nurhidayah, dua ibu muda yang punya cerita berbeda sebagai pengguna aplikasi BRImo yang kini dwibahasa.