AYOJAKARTA.COM -- Ketidakseimbangan antara keinginan dengan ketersediaan sumber daya menjadi salah satu penyebab timbulnya persoalan keuangan.
Selain tingginya aspek keinginan atau perilaku konsumerisme, penyebab lain dari timbulnya persoalan keuangan adalah minimnya perencanaan.
Demi mewujudkan keinginan, seseorang tanpa perencanaan keuangan memutuskan untuk berhutang dan terjebak dalam permasalahan keuangan.
Baca Juga: Mengenal Kepribadian Seseorang dari Ucapan, Hati-hati dengan Orang yang Suka Mengatakan Kalimat Ini
Karenanya, melakukan perencanaan keuangan atau financial planning menjadi salah satu cara efektif untuk mencapai kebebasan finansial.
Kebebasan finansial bukan pula berarti terpenuhinya segala jenis keinginan, tetapi tercapainya keseimbangan antara sumber daya dengan kebutuhan.
Untuk menerapkan perencanaan keuangan yang memiliki dampak positif, hal-hal berikut perlu dijadikan sebagai acuan.
Aspek pertama dalam menentukan perencanaan keuangan adalah mengidentifikasi besaran jumlah pendapatan dengan pengeluaran atau disebut Budgeting.
Dengan aspek dasar Budgeting atau menentukan anggaran, setiap upaya-upaya perencanaan keuangan akan lebih mudah diterapkan.
Melalui proses budgeting semacam ini, setiap permasalahan keuangan bisa tergambar atau lebih jelas dalam proses penentuan keputusan.
Aspek penting selanjutnya yang perlu diperhitungkan dalam menentukan perencanaan keuangan adalah memotong anggaran.
Penempatan atau pos-pos anggaran yang tidak sejalan dengan tujuan kebebasan finansial, bisa segera dijadikan sebagai pembuat keputusan.
Ketiga, untuk menerapkan perencanaan keuangan aspek penting ketiga yang perlu diperhatikan adalah hutang.
Utang memang tidak selamanya buruk namun hutang yang melebihi kemampuan finansial bukan saja akan merusak tujuan tetapi juga menghancurkan impian.
Baca Juga: Cara Membersihkan WhatsApp agar Lebih Ringan Tanpa Menghapus Chat
Untuk itu, melunasi utang perlu dijadikan sebagai salah satu prioritas untuk mencapai kemerdekaan finansial.
Selanjutnya, agar tidak lagi terjebak dalam persoalan finansial yang membuat bimbang perlu sikap dan pikiran bijak sebelum memutuskan berhutang.
Aspek berikutnya yang perlu diperhitungkan dalam membuat perencanaan keuangan adalah menabung atau menyiapkan dana pensiun.
Hal ini penting dilakukan agar di masa tua, seseorang tidak mengalami kesulitan keuangan atau bahkan menjadi sumber persoalan bagi orang lain.
Aspek kelima yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan perencanaan keuangan adalah memiliki asuransi atau jaminan keuangan.
Baca Juga: KTP Dipakai Orang Lain untuk Pinjol Apa yang Harus Dilakukan? Jangan Panik, Begini Cara Mengatasinya
Dengan adanya perlindungan terhadap aset keuangan, seseorang tidak akan mengalami kesulitan berkepanjangan akibat kendala keuangan.
Aspek keenam yang perlu dilakukan untuk merencanakan keuangan adalah melakukan investasi atau memiliki pendapatan pasif.
Perencanaan keuangan yang sehat bukan saja mengenai ketersediaan sumber daya, tetapi juga aspek keberlanjutan fungsi secara ekonomi.
Dengan memiliki perencanaan keuangan dan sikap konsisten, maka kekuatan atau ketahanan secara ekonomi bisa terwujud.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Minggu, 3 September 2023 dari akun instagram @pipohargiyanto. ***

Share this article
Selain tingginya aspek keinginan atau perilaku konsumerisme, penyebab lain dari timbulnya persoalan keuangan adalah minimnya perencanaan.