AYOJAKARTA.COM – Kemensos mengumumkan bahwa data penerima PKH dan BPNT yang digunakan pada penyaluran triwulan pertama tahun 2025 berakhir pada ramadhan.
Sedangkan penyaluran bansos tahap kedua, yang dijadwalkan berlangsung pasca ramadhan (April hingga Juni 2025), Kemensos akan menggunakan basis data baru guna memastikan bantuan lebih tepat sasaran.
Menurut Mensos Gus Ipul, penggunaan data baru ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi penyaluran bantuan sosial menjelang bulan Ramadhan.
Perubahan ini diharapkan dapat melakukan validasi ulang terhadap seluruh penerima, sehingga setiap bantuan, khususnya PKH dan BPNT, benar-benar tepat sasaran.
Sejak ditandatanganinya Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada 5 Februari 2025, data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) tidak lagi digunakan.
Berdasarkan pernyataan Gus Ipul dalam dialog bersama pilar-pilar sosial di Madiun pada Jumat, 21 Februari 2025, DTSEN kini menjadi data induk baru yang mencakup seluruh penduduk Indonesia.
Perubahan ini memungkinkan pemerintah melakukan penyesuaian data secara formal melalui pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat.
Dalam mekanisme bantuan PKH, penerima bantuan akan disalurkan secara selektif kepada tiga komponen keluarga, yaitu:
- Komponen Kesehatan
Bantuan untuk ibu hamil atau nifas (hanya untuk kehamilan kedua) serta anak usia dini (hanya untuk anak pertama dan kedua) dengan kriteria usia 0–6 tahun.
- Komponen Pendidikan
Bantuan untuk anak-anak yang bersekolah di jenjang pendidikan formal dan terdaftar pada Dapodik atau EMIS.
- Komponen Kesejahteraan Sosial
Bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas berat, masing-masing senilai Rp2,4 juta per tahun.
Langkah ini diambil guna meningkatkan efektivitas penyaluran dan memastikan bahwa bantuan yang diberikan sesuai dengan tujuan dan peruntukan bantuan sosial di tahun 2025.
Sementara itu, pencairan bantuan sosial triwulan pertama dikatakan hampir rampung dan ditargetkan selesai sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan penyaluran bansos pada bulan Februari dan Maret 2025.
Para penerima diharapkan memahami bahwa bantuan sosial bersifat terjadwal dan memiliki batas waktu, serta harus memenuhi persyaratan sesuai ketentuan masing-masing program.
Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy A06 5G, Didukung Chipset MediaTek Dimensity 6300 dan Android 15
Dengan sistem data baru DTSEN sebagai dasar, pemerintah berharap program sosial dan ekonomi ke depan akan lebih akurat dan transparan, memberikan manfaat optimal bagi seluruh lapisan masyarakat.

Share this article
Menurut Mensos Gus Ipul, penggunaan data baru merupakan bagian dari upaya optimalisasi penyaluran bantuan sosial menjelang bulan Ramadan.