AYOJAKARTA.COM — Seiring dengan pengumuman pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT tahap pertama tahun 2025, berbagai modus penipuan mulai bermunculan terutama melalui platform media sosial.
Para pelaku kejahatan siber saat ini aktif menyebarkan tautan mencurigakan yang mengklaim sebagai kabar gembira pencairan bantuan.
Dikutip dari kanal YouTube Kinan, mereka menggunakan strategi mengirimkan pesan yang mengindikasikan bahwa penerima telah terdaftar sebagai penerima bantuan dan diminta untuk mengklik tautan tertentu.
Modus operandi ini sangat berbahaya karena tautan tersebut berpotensi menjadi alat untuk meretas perangkat penerima pesan, yang dapat mengakibatkan pencurian data pribadi atau bahkan kerugian finansial.
Pemerintah melalui pendamping PKH telah mengidentifikasi beberapa pola umum penipuan yang sering terjadi.
Salah satu yang paling sering ditemui adalah penyebaran informasi palsu melalui aplikasi pesan instan dan platform media sosial seperti Telegram.
Para penipu sering menggunakan nama atau logo instansi pemerintah untuk memberikan kesan resmi dan terpercaya.
Mereka bahkan terkadang menggunakan data pribadi yang mungkin didapatkan dari kebocoran data untuk membuat pesan penipuan terlihat lebih meyakinkan.
Baca Juga: Final Closing Sudah Muncul, Pantau Terus Status Pencairan Bansos PKH dan BPNT
Penting untuk dipahami bahwa pemerintah tidak pernah meminta penerima bantuan untuk mengklik tautan atau memberikan informasi pribadi melalui media sosial atau aplikasi pesan instan.
Untuk mencegah terjadinya penipuan, pemerintah telah menetapkan prosedur standar dalam penyaluran bantuan sosial yang harus diketahui masyarakat.
Pencairan bantuan PKH dan BPNT tahap pertama 2025 hanya dilakukan melalui dua mekanisme resmi, yaitu melalui rekening bank (ATM) atau melalui kantor pos.
Tidak ada mekanisme lain di luar kedua jalur tersebut. Untuk verifikasi status penerimaan bantuan.
Masyarakat dapat menghubungi pendamping PKH di wilayah masing-masing atau mengecek melalui aplikasi resmi yang telah ditentukan.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima dengan pendamping PKH setempat.
Diimbau tidak mudah tergiur dengan tawaran atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait bantuan sosial, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang atau pendamping PKH terdekat.***

Share this article
Modus penipuan PKH BPNT 2025 marak di Telegram. Jangan klik tautan mencurigakan. Cek info resmi hanya di saluran pemerintah.