AYOJAKARTA.COM - Apple kembali mengguncang pasar dengan iPhone Air, ponsel tertipis yang pernah mereka rilis. Desainnya yang ultra-slim, bobot super ringan, dan material titanium membuat banyak pengguna langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Namun, apakah cinta itu bertahan setelah pemakaian dua minggu? Inilah rangkuman pengalaman 14 hari yang mengejutkan, mulai dari rasa bucin sampai akhirnya harus membuat keputusan sulit, lanjut dipakai atau dikembalikan ke Apple Store?
Impresi pertama yang muncul sangat positif. iPhone Air terasa mewah, premium, dan lebih ringan daripada iPhone 11 Pro. Meski tipis, layarnya tetap besar sehingga nyaman untuk nonton dan browsing.
Baca Juga: Makna Mendalam di Balik Roti Buaya, Simbol Kesetiaan Abadi dalam Pernikahan Adat Betawi
Tahan bantingnya pun di luar dugaan baterainya bisa bertahan 12 jam lebih, bahkan lebih kuat dari iPhone 11 Pro. Di penggunaan indoor, ponsel ini adem. Namun di outdoor, apalagi cuaca panas seperti Singapura, iPhone Air tetap bisa terasa hangat jika dipakai untuk foto dan video, hal yang cukup wajar untuk smartphone modern.
Salah satu yang membuat pengguna betah adalah kamera depan yang kini bisa mengambil video dalam bentuk landscape dengan sudut lebih lebar. Untuk selfie bersama anak atau vlog cepat, fitur ini sangat membantu.
Setelah beberapa hari, “fase honeymoon” mulai pudar. Ternyata, modul kamera tunggal menjadi masalah besar, terutama untuk pengguna yang terbiasa memakai lensa tambahan seperti ultrawide, telephoto, dan macro.
Kekurangan Kamera iPhone Air:
- Tidak ada macro
- Tidak ada ultrawide
- Tidak ada telephoto
Akibatnya, foto bunga dari jarak dekat sulit fokus, foto label harga tidak bisa ditangkap dari jarak dekat, dan pengalaman memotret lanskap pun terbatas.
Pengguna juga terkejut ketika menyadari bahwa iPhone Air hanya memiliki speaker mono, bukan stereo. Untuk nonton bareng anak, suara jadi terasa timpang.
Selain itu, meskipun tipis, dimensinya lebih besar dari iPhone 11 Pro, membuat penggunaan satu tangan kurang nyaman, terutama untuk tangan pengguna perempuan.
Secara software, iOS versi baru terasa lebih segar, apalagi dengan Dynamic Island. Fitur galeri Apple juga lebih pintar, seperti bisa mencari teks atau objek tertentu di foto. Namun hal itu tidak cukup menutupi kekurangan kamera.
Baca Juga: Xiaomi Redmi Watch 6 Rilis Tahun 2025, Benarkah Samsung Galaxy Watch 6 Masih Lebih Unggul?
Pertimbangan Sebelum Membeli iPhone Air
- Kamera terlalu terbatas
- Harga tidak sebanding (lebih mahal dari iPhone 17 reguler yang punya 2 kamera)
- Menambah sedikit uang bisa dapat iPhone Pro dengan fitur lengkap
Meski begitu, iPhone Air tetap cocok untuk pengguna yang sebelumnya memakai iPhone SE atau model dengan satu kamera, bukan bagi mereka yang datang dari seri Pro.***

Share this article
iPhone Air tipis, ringan, baterai awet, dan desain premium. Tapi kamera tunggal tanpa ultrawide/macro jadi kelemahan, speaker mono dan ukuran besar kurang nyaman.