AYOJAKARTA.COM - Industri smartphone kelas menengah kembali ramai setelah YouTuber Cupu mengulas Poco M8 Pro 5G di kanal YouTube-nya.
Menurutnya, perangkat terbaru Poco ini membawa lompatan spesifikasi yang sangat signifikan dibanding generasi sebelumnya, Poco M7 Pro 5G.
Namun yang justru menarik perhatian bukan hanya peningkatan spek, melainkan isu kenaikan harga yang diduga terkait kelangkaan RAM global.
“Upgrade-nya brutal banget,” ujar YouTuber Cupu dalam video di chanel YouTube-nya.
“Layar naik, chipset lompat jauh, baterai makin tebal, dan charging-nya makin kebut.”
Secara desain, Poco M8 Pro hadir dengan gaya yang lebih agresif lewat modul kamera “kompor empat tungku”.
YouTuber Cupu menilai desain tersebut terasa mirip dengan seri Redmi Note.
Sementara material bodi masih berbahan plastik dengan finishing matte, minus headphone jack yang resmi dihilangkan.
Bagian depan didominasi layar lebih lebar dengan bezel yang cukup simetris dan lengkung tipis di sisi depan-belakang.
Dari sisi spesifikasi, peningkatannya terbilang besar. Chipset beralih dari Dimensity 7025 Ultra ke Snapdragon 7s Gen 4 dengan fabrikasi 4 nm.
Performa AnTuTu naik sekitar 70 persen, pendinginan kini memakai vapor chamber 5.200 mm², baterai meningkat dari 5.110 mAh ke 6.500 mAh, dan pengisian cepat naik dari 45W ke 100W.
“Brutal banget dibanding M7 Pro,” tegas Cupu. Kamera juga diperkuat. Sensor utama 50MP kini ditemani ultrawide 8MP, menggantikan sensor 2MP generasi sebelumnya.
Video belakang mampu merekam 4K 30 fps, sedangkan kamera depan 1080p 60 fps.
Youtuber Cupu sempat menguji hasil foto dan video dalam kondisi outdoor dan menyebut kualitasnya cukup baik untuk kelas harga menengah.
Namun ada catatan yaitu saat merekam video, perpindahan lensa tidak bisa dilakukan secara langsung.
Di sisi software, Poco M8 Pro dibekali HyperOS 2 berbasis Android 15, plus fitur AI untuk editing foto.
Bloatware dan iklan masih hadir, meski sebagian besar dapat dihapus. “Kalau anti iklan, ini jelas jadi catatan penting,” kata Cupu.
Harga menjadi isu besar. Di Singapura, varian 8/256 dipasarkan sekitar SGD 349 atau sekitar Rp4,5 jutaan, naik hampir SGD 60 dari M7 Pro.
Cupu mempertanyakan apakah kenaikan tersebut murni akibat kelangkaan RAM atau strategi baru brand dalam menaikkan spesifikasi sekaligus harga.
Meski begitu, ia mengakui positioning Poco M8 Pro kini meningkat. “Bukan cuma harga yang naik, spek dan level produk juga naik,” tutup Cupu.
Dengan peningkatan yang hampir merata dari layar, performa, baterai, kamera, hingga sistem pendingin, Poco M8 Pro 5G berpotensi menjadi salah satu opsi menengah paling kompetitif saat masuk ke pasar Indonesia. Pertanyaannya tinggal satu, yaitu berani bayar lebih untuk upgrade brutal ini?***

Share this article
Poco M8 Pro 5G hadir dengan upgrade besar: chipset lebih kencang, kamera lebih lengkap, baterai lebih besar, dan charging lebih cepat. Namun harga ikut naik.