AYOJAKARTA.COM - Samsung Galaxy S26 Ultra sudah lama dinanti sebagai flagship terbaru Samsung.
Namun, bocoran terbaru justru memunculkan tanda tanya besar. Alih-alih membawa lompatan besar, S26 Ultra disebut hanya menawarkan peningkatan minor dengan fokus berlebihan pada AI.
Dilansir dari YouTube Tcol Tech, salah satu sorotan paling mengecewakan adalah absennya magnet bawaan untuk pengisian daya nirkabel Qi2.
Padahal, fitur ini sudah umum di iPhone lewat MagSafe dan bahkan mulai diadopsi seri Google Pixel terbaru.
Tanpa magnet internal, pengguna Galaxy S26 Ultra harus membeli casing khusus bermagnet agar bisa menggunakan aksesori Qi2.
Masalahnya, casing tersebut membuat ponsel lebih tebal dan berpotensi mengganggu pengalaman penggunaan.
Samsung disebut sengaja mengambil langkah ini karena keberadaan S Pen, di mana magnet kuat bisa memicu kesalahan input layar.
Dari sisi baterai, Samsung juga dinilai stagnan. Bocoran menyebut Galaxy S26 Ultra masih mempertahankan kapasitas 5.000 mAh, ukuran yang nyaris tidak berubah sejak 2021.
Padahal, produsen lain seperti Honor dan Xiaomi sudah mulai mengadopsi teknologi baterai silicon-carbon yang lebih awet tanpa menambah bobot.
Samsung memang meningkatkan kecepatan pengisian kabel hingga 60W, namun hal ini tidak menyentuh inti masalah: daya tahan baterai harian.
Spesifikasi lain sebenarnya tetap kelas atas. Galaxy S26 Ultra dirumorkan membawa layar 6,9 inci dengan teknologi privasi berbasis AI, prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5, serta kamera utama 200 MP yang dipadukan dengan ultrawide 50 MP, telefoto 10 MP, dan periskop 50 MP.
Desainnya juga sedikit berubah dengan modul kamera berbentuk pil dan bodi yang lebih tipis serta ringan.
Namun, semua peningkatan ini terasa inkremental. Samsung tampak menjadikan AI sebagai nilai jual utama.
Fitur AI diklaim lebih dalam dan eksklusif karena berjalan langsung di perangkat, tetapi bocoran menyebut fungsinya masih sebatas penyempurnaan fitur lama, bukan pengalaman baru yang revolusioner.
Masalahnya, survei konsumen menunjukkan AI bukan faktor utama orang membeli ponsel.
Pengguna lebih menginginkan kamera lebih baik, baterai lebih tahan lama, dan fitur praktis seperti pengisian daya magnetik.
Dengan harga yang berpotensi naik akibat komponen AI, Galaxy S26 Ultra berisiko dianggap “mahal tapi tanggung”.
Jika bocoran ini akurat, Galaxy S26 Ultra mungkin hanya menjadi upgrade menyamping, bukan lompatan besar.
Bagi pengguna Galaxy S23 Ultra atau S24 Ultra, peningkatannya bisa jadi belum cukup menggoda untuk membeli HP baru.***

Share this article
Galaxy S26 Ultra dirumorkan minim inovasi: tanpa magnet Qi2 bawaan, baterai tetap 5.000 mAh, fokus AI berlebihan, dan upgrade terasa kecil dibanding pesaing yang sudah lebih maju.