AYOJAKARTA.COM - Samsung Galaxy S26 Ultra mulai menunjukkan batang hidungnya, dan bocoran terbarunya langsung memancing perdebatan.
Di satu sisi, Samsung pamer lompatan teknologi besar lewat prosesor 2 nanometer pertama di dunia.
Namun di sisi lain, sejumlah keputusan konservatif justru bikin fans mengernyitkan dahi.
Jadi, apakah Galaxy S26 Ultra benar-benar flagship masa depan, atau sekadar “naik tipis” dengan kemasan baru?
Berdasarkan data benchmark Geekbench, Galaxy S26 versi Korea (SM-S942N) terdeteksi menggunakan Exynos 2600, chipset anyar Samsung yang dibuat dengan proses fabrikasi 2nm GAA (Gate-All-Around).
Ini menjadi tonggak penting karena belum ada vendor lain yang merilis chip 2nm secara komersial.
Samsung mengklaim CPU Exynos 2600 39% lebih kencang dibanding generasi sebelumnya, Exynos 2500.
Tak hanya CPU, sektor grafis juga mendapat lonjakan. GPU Samsung Xclipse 960 disebut memiliki dua kali lipat performa komputasi dan peningkatan ray tracing hingga 50%.
Rumornya, GPU ini berbasis arsitektur AMD RDNA terbaru, membuat Galaxy S26 Ultra berpotensi jadi monster gaming Android.
Namun cerita berbeda muncul di pasar Amerika Serikat. Varian S26 Ultra untuk AS (SM-S948U) tercatat memakai Snapdragon 8 Gen 5.
Ini menandakan Samsung kembali ke strategi lama yaitu Exynos untuk sebagian pasar dan Snapdragon untuk wilayah lain. Pola ini kerap memicu perdebatan karena perbedaan performa dan efisiensi.
Sayangnya, peningkatan besar di dapur pacu tidak dibarengi inovasi menyeluruh.
Kapasitas baterai masih 5.000 mAh, sama persis sejak Galaxy S21 Ultra. Di saat merek Tiongkok berani menanam baterai 6.000–7.000 mAh, Samsung terlihat enggan berubah.
Fitur 3D face unlock juga masih absen, padahal teknologi ini sudah matang dan digunakan kompetitor.
Slot microSD tetap tidak kembali, membuat pengguna harus puas dengan memori internal.
Kamera telefoto 3x pun dirumorkan tidak mendapat upgrade berarti, meski sektor ini dulu menjadi kebanggaan seri Ultra.
Pengisian daya memang naik ke 60W, tapi masih kalah cepat dibanding rival yang sudah tembus 100W.
Kesimpulannya, Galaxy S26 Ultra adalah ponsel dengan terobosan teknologi besar di chip, namun minim keberanian di fitur lain.
Samsung tampaknya bermain aman karena posisinya masih kuat di pasar global.
Pertanyaannya, apakah konsumen masih mau menerima inovasi setengah hati di kelas ultra premium?***
Share this article
Galaxy S26 Ultra hadir dengan chip Exynos 2600 2nm pertama di dunia dan performa kencang. Namun, baterai 5.000 mAh, fitur lama, dan upgrade minim dinilai bikin fans kecewa.