AYOJAKARTA.COM - Kehadiran POCO X8 Pro di pasar Indonesia langsung menarik perhatian publik.
Di tengah tren kenaikan harga smartphone 2026, perangkat ini justru hadir dengan banderol yang relatif sama seperti pendahulunya. Namun, apakah benar POCO X8 Pro masih jadi “raja midrange” seperti generasi sebelumnya?
Tech reviewer ternama, David GadgetIn, memberikan ulasan jujur terkait hal ini.
Ia menilai bahwa strategi harga Poco tahun ini cukup unik, bahkan bisa dianalogikan dengan produk sehari-hari.
“Poco X8 Pro ini juga sama. Harganya sama, nggak naik, tapi RAM dan storage-nya lebih kecil. Kalau mau yang sama kayak tahun lalu, harus nambah budget,” jelas David di channel Youtube-nya.
Strategi Harga Baru di Tengah Kenaikan Global
POCO X8 Pro dijual mulai Rp4.999.000, sama seperti POCO X7 Pro tahun lalu.
Namun, varian dasar kini hanya menawarkan RAM 8GB dan storage 256GB. Sementara varian 12GB/512GB mengalami kenaikan harga sekitar Rp800 ribu.
Menurut David Gadgetin, ini adalah cara Poco menyiasati inflasi harga komponen global.
“Poco Indonesia lumayan ngakalin kenaikan harga ini pakai varian yang lebih banyak,” ujarnya.
Desain Lebih Premium, Performa Tetap Ngebut
Salah satu peningkatan paling terasa ada di sektor desain. POCO X8 Pro kini menggunakan frame metal, memberikan kesan lebih solid dan premium dibanding generasi sebelumnya.
“Rangkanya udah pakai metal dong, feel-nya lebih mahal, lebih solid, saya suka,” kata David.
Di sektor performa, chipset terbaru Dimensity 8500 membawa peningkatan sekitar 10 persen dibanding pendahulunya.
Untuk gaming seperti Mobile Legends, performanya tetap stabil di 120 FPS.
Namun, untuk game berat seperti Genshin Impact, performa masih belum konsisten di 60 FPS.
Layar dan Baterai Makin Optimal
Layar AMOLED 6,59 inci kini lebih compact, dengan peningkatan brightness dan PWM dimming hingga 3840Hz.
Sementara baterai 6500 mAh tetap menjadi andalan dengan dukungan fast charging 100W.
Dalam pengujian, konsumsi daya tergolong normal, tidak boros, tapi juga tidak terlalu hemat.
Kamera Masih Jadi Titik Lemah
Sayangnya, sektor kamera tidak mengalami peningkatan signifikan. Kamera utama 50MP masih menghasilkan foto tajam, namun cenderung overexposed.
“Detailnya bagus, tapi warnanya agak lebih terang dari aslinya,” ujar David GadgetIn.
Sementara kamera ultrawide dinilai kurang optimal, terutama di kondisi low light.
David menyimpulkan bahwa POCO X8 Pro tetap menarik untuk pengguna yang mengutamakan performa dan desain premium.
Namun, untuk kategori kamera dan value keseluruhan, persaingan kini jauh lebih ketat.
“Apakah masih jadi absolute king? Sayangnya nggak. Sekarang tergantung kebutuhan,” tegasnya.
Dengan kata lain, POCO X8 Pro masih kuat, tapi tak lagi sendirian di puncak.***
Share this article
POCO X8 Pro rilis dengan harga tetap namun varian RAM/storage lebih kecil. David GadgetIn menyoroti desain premium frame metal dan Dimensity 8500 yang stabil, meski kamera masih jadi titik lemah.